Hallobogor.com, Cisarua – Jumlah warga Kabupaten Bogor yang mengidap penyakit HIV/AIDS terus meningkat. Jika pada tahun 2014 tercatat sebanyak 678 orang, pada 2016 ini mencapai 1.148 orang penderita.

Demikian seperti diutarakan Ketua Lembaga Masyarakat Peduli AIDS, Muksin. “Saat ini di Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor tercatat 1.148 masyarakat positif tertular virus HIV,” katanya, Rabu (23/11/2016).

Menurut Muksin, para pengidap HIV/AIDS tersebar di beberapa kecamatan. Dan kawasan Puncak sebagai daerah tujuan wisata diduga menjadi salah satu penyumbang dari penularan tersebut.

Muksin memerediksikan jumlah korban HIV/AIDS di Kabupaten Bogor kan terus meningkat. “Untuk itu perlu perhatian yang optimal dari berbagai pihak, baik instansi terkait dan masyarakat. Karena HIV sudah menyerang berbagai kalangan hingga ibu-ibu rumah tangga dan bayi yang tak berdosa,” ungkapnya.

Pada September 2015 lalu, Ketua Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) Gema Kabupaten Bogor, Imam Sunandar, pernah menyebutkan bahwa jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Bogor dari rentang 2013-2014 mencapai 678 orang.

“Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, penderita HIV/AIDS mencapai 678 penderita pada tahun 2013-2014. Setiap tahunnya diperkirakan bertambah sekitar 141 penderita setiap tahunnya.Sangat menguatirkan, karena data yang sebenarnya bisa jauh lebih besar bagaikan fenomena gunung es, yang terlihat hanya permukaannya saja,” ungkap dia kala itu.

Imam mengatakan, wilayah Kabupaten Bogor masih sangat nyaman bagi para pekerja seks komersial atau PSK. Transaksi bisnis esek-esek rawan terjadi di tempat-tempat pariwisata, hotel, tempat hiburan malam (THM), dan warung.

Menurutnya, ada beberapa kecamatan yang rawan dan ideal bagi para PSK menawarkan jasanya, seperti Cileungsi, Kemang, Cisarua, Megamendung, Ciawi, Caringin, Pamijahan, dan Sukaraja. “Hampir di setiap kecamatan,” ucapnya. (cep)