Hallobogor.com, Ciawi – Distribusi dana bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk warga miskin di Desa Jambuluwuk, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, diduga sarat penyimpangan. Warga hanya menerima Rp9 juta dari seharusnya Rp10 juta. 

Padahal sesuai aturan terbaru, bantuan RTLH dilarang dipotong sepeser pun. Tidak ada potongan pajak maupun BOP.

Dari informasi yang dihimpun dari beberapa warga penerima di Desa Jambuluwuk, setiap warga penerima mengaku hanya menerima Rp9 juta atau dipotong Rp1 juta per warga. Artinya, jika dikalkulasikan dengan jumlah warga penerima di Desa Jambuluwuk sebanyak 150 keluarga, potongan berjumlah Rp150 juta.

“Kami warga dikumpulkan di Kantor Desa pada hari Jumat tanggal 7 Juli 2017. Waktu itu oleh Kepala Desa diumumkan bahwa kami menerima bantuan perbaikan rumah tidak layak huni Rp10 juta. Tapi, Rp6 juta dalam bentuk bahan bangunan di matrial CV. Eka Jaya Cibedug dan Rp1,5 juta dalam bentuk kayu di PD Putra Arasyd. Kalau bentuk tunai saya hanya menerima untuk ongkos kerja Rp1,5 juta. Jadi total Rp9 juta,” ungkap WF, salah seorang penerima yang ditemui di rumahnya di Desa Jambuluwuk, Rabu (12/7/2017).

Menurut dia, sesuai dengan arahan dari Kades bahwa uang Rp1 juta tersebut bukanlah potongan. “Menurut orang desa, sejuta itu bukan dipotong tapi buat beberapa pihak yang ikut bekerja, seperti RT, RW, dan perangkat desa termasuk kades. Hal ini diumumkan ke semua warga di kantor desa. Jadi yang lain juga sama,” ujarnya. (cep)