Hallobogor.com, Bogor – Sebanyak 220 unit angkutan perkotaan (angkot) digiring ke Mapolresta Bogor Kota. Ratusan angkot tersebut kedapatan melakukan berbagai pelanggaran.

“Sebanyak 220 angkotan umum itu tidak dilengkapi surat-surat kendaraan yang sah,” kata Kapolres Bogor Kota, Kombes Pol Suyudi Ario Seto, di Mapolresta, Kedung Halang, Jum’at (17/02/17).

Ke 220 angkot yang ditindak jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Bogor Kota ini berasal dari berbagai jurusan. Penindakan dilakukan dalam waktu 10 hari, dari tanggal 6 sampai 17 Februari 2017.

“Dari jumlah 220 unit kendaraan angkutan umum yang diamankan, para sopir angkot ada yang melanggar rambu-rambu lalu lintas, misalnya para sopir parkir sembarangan, kapasitas penumpang berlebih (overload) dan penindakan terhadap kendaraan yang tidak memiliki surat-surat kendaraan yang sah (STNK), ada 68 angkot diduga tak memiliki STNK. Penertiban dan penindakan ini untuk menciptakan rasa aman, nyaman dan tertib lalu lintas di lingkungan Kota Bogor,” terang Kapolresta.

Dijelaskan pula, penindakan tersebut berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri, UU RI No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Peraturan Kapolri No. 80 Tahun 2012 tentang Tata Cara Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan dan Penindakan Pelanggaran Lalu Lintas Angkutan Jalan, serta Surat Perintah Kapolres Kota Bogor Kota No : Sprin/261/II/2017 tanggal 5 Februari 2017 tentang Penertiban Kendaraan Bermotor. (dns)