Hallobogor.com, Megamendung – Angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Bogor masih cukup tinggi.

Sesuai data yang dilansir Kapolres Bogor, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Suyudi Ari Setyo, sedikitnya 30 sampai 35 orang tewas dalam kecelakaan lalu lintas di jalan raya setiap bulannya di seluruh wilayah Kabupaten Bogor.

“Setiap hari ada 30 sampai 35 orang tewas per bulan di jalan di Kabupaten Bogor. Memang tidak semua melaporkan kalau ada kejadian,” ungkap AKBP Suyudi di sela acara Rebo Keliling (Boling) di Kecamatan Megamendung, Rabu (26/8).



Perihatin dengan kondisi tersebut, Kapolres meminta masyarakat dan setiap keluarga agar disiplin berlalulintas.

“Jangan biarkan anak-anak sekolah yang tak punya SIM membawa motor ke sekolah. Mari kita gunakan helm saat berkendara,” imbaunya.

Kapolres juga mengemukakan di Kabupaten Bogor khususnya di Megamendung masih ada aksi trek-trekan liar.

“Kami sudah menyita 3.000 knalpot bising. Bagi yang kedapatan menggunakan knalpot racing, kami gergaji di tempat dan diamankan di setiap Mapolsek,” ungkapnya.

Lebih lanjut Kapolres mengajal semua tokoh agama dan tokoh masyarakat serta aparat bahu membahu meminimalis berbagai bentuk kejahatan dengan meningkatkan kewaspadaan dan penegakan aturan.

“Megamendung berpotensi rawan. Banyak lahan kosong, jarang termonitor. Ada yang nanam pohon ganja dan katinol, itu narkoba.
Narkoba seperti penyakit menular,” ujarnya.

Sedangkan terkait prostitusi atau seks bebas, baru-baru ini Polres Bogor berhasil mengungkap 11 jaringan sindikat prostitusi.

“Di antara pelakunya ada yang masih berusia SMP, usia 13 tahun. Mereka biasa praktik prostitusi di jalanan dan hotel. Tarifnya Rp250 ribu, padahal germonya mendapatkan Rp500 ribu dari sekali transaksi,” papar AKBP Suyudi.(cep)