Hallobogor.com, Bogor – Nasib 415 orang buruh PT Muara Krakatau (MK) Jalan Raya Tajur Kota Bogor masih menggantung. Mereka belum juga mendapatkan hak-haknya dari perusahaan. Sementara Pemkot Bogor juga belum bisa menyelesaikannya.

Seperti dikutip Halloapakabar.com, Ketua Umum DPP Serikat Pekerja Nasional (SPN), Iwan Kusmawan, mengemukakan, SPN pusat dan DPC SPN Kota Bogor masih konsisten dan berkomitmen mengadvokasi buruh garment PT MK.

Ia menjelaskan, hasil rapat kordinasi antara para pekerja PT MK dengan perangkat organisasi SPN yang berlangsung tanggal 13 Januari 2016 di Sekretariat DPC SPN Kota Bogor, telah diputuskan beberapa hal.

1. SPN tetap akan melakukan advokasi bagi para pekerja yang sampai sekarang belum mendapatkan kepastian dari pihak perusahaan dan Pemerintah Kota Bogor terkait hak-hak pekerja.

2.Dalam waktu dekat akan dilakukan rapat akbar bagi 415 pekerja yang belum mendapatkan kepastian untuk selanjutnya akan mendatangi PT MK. Setelah itu akan langsung mendatangi Wali Kota Bogor Bima Arya untuk meminta pertanggungjawaban mengingat sampai sekarang pabrik beroperasi dan mengerjakan sale sample.

3. Penanganan melalui dunia international akan terus dilakukan untuk menekan buyer-buyer yang selama ini memberikan order kepada group PT MK baik yang di Jawa Barat maupun di Jawa Tengah.

4.Berkaitan dengan penggelapan dana Jaminan Hari Tua (JHT) yang selama ini dipotong dan tidak disetorkan ke BPJS Ketenagakerjaan, karena sudah ada Mou antara BPJS ketenagakerjaan dengan Kejari Bogor, maka akan mendatangi kantor Kejari Bogor.

5. Berkaitan dengan pelanggaran upah, cuti tahunan dan lainnya, akan dilaporkan kepada Menteri Tenaga Kerja cq. Dirjen Pengawasan dan tidak tertutup kemungkinan akan dilaporkan juga melalui kepolisian.

“Untuk itu mulai kemarin sampai dengan seterusnya seluruh pekerja akan terus membangun komunikasi dan saling memberikan informasi guna menindaklanjuti kasus yang sedang dihadapi. Seluruh anggota SPN se-Kota Bogor akan memberikan dukungan kepada para pekerja PT MK dan tidak tertutup kemungkinan daerah terdekat pun akan memberikan dukungan yang sama sebagai bentuk solidaritas atas kejadian yang merugikan para pekerja tersebut,” ungkap Ketua Umum DPP SPN Iwan Kusmawan didampingi Ketua DPC SPN Kota Bogor Budi Mudrika. (cep)