Hallobogor.com, Bogor – Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Barat mengikuti Kejuaran Daerah (Kejurda) Tarung Derajat, di Gedung Hall A Gor Pajajaran, Tanah Sareal, Kota Bogor, Senin (09/04/18). Kejurda ini merupakan event kedua setelah dalam kurun 20 tahun terakhir.

Rektor Universitas Pakuan (Unpak) Bogor, Bibin Rubini, mengatakan, Kejurda ini dimaksudkan untuk membina mahasiswa mengenai sportivitas jiwa ksatria dan karakternya mempunyai fisik yang kuat dan otak yang cerdas. “Kejuaraan ini diikuti oleh 45 perguruan tinggi se-Jawa Barat. Mudah-mudahan ini awal kebangkitan dari Tarung Derajat di kalangan mahasiswa. Animo mahasiswa akan olah raga Tarung Derajat ini sangat tinggi,” katanya.

Menurut Bibin, olahraga bela diri Tarung Derajat selama ini identik dengan kekerasan. Akan tetapi sebetulnya penuh dengan nurani karena sebetulnya pada saat bertarung membuang energi-energi negatif dan emosi serta pikiran-pikiran kotor. “Jadi pada saat pertarungan di atas matras dibuang energi negatif, sehingga di luar itu mereka menebarkan dan menanamkan pemikiran-pemikiran yang positif untuk mereka bisa berprestasi lebih giat lagi,” imbuhnya.

Sementara Plt Walikota Bogor, Usmar Hariman, mengatakan, baik secara filosofi maupun substantif olahraga bela diri tarung derajat sangat tepat dengan situasi dan kondisi bangsa dan negara dewasa ini. Apalagi dengan jargon-jargon yang diusungnya, salah satunya, yaitu kembali ke akhlak.

“Krisis generasi muda yang dimaksud adalah begitu derasnya serangan-serangan terkait dengan narkoba dan berbagai hal lainnya yang ingin menghancurkan generasi muda. Terutama yang paling memprihatinkan adalah persoalan narkoba,” kata Usmar.

Oleh karena itu, ia bersyukur kepada mahasiswa yang menekuni olahraga tarung derajat. Karena tarung derajat berpedoman kepada penguatan jati diri, pembentukan karakter yaitu dengan kembali ke akhlak, kembali pada keimanan masing-masing individu untuk bertakwa kepada Allah SWT.

“Adalah sangat relevan bagi kita semua karena tidak akan mungkin mampu meningkatkan kadar keimanan dengan meningkatkan kadar mutu akhlak kita apabila kondisi fisik kita sakit atau lemah. Tidak mungkin,” tegasnya. (dns)