Hallobogor.com, Cisarua – Sedikitnya 50 unit kios milik pedagang kaki lima (PKL) di ruas jalan Gapura Pasar Cisarua, Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, dihancurkan petugas, Senin (24/8).

Tidak ada aksi perlawanan dalam penertiban tersebut, lantaran PKL telah eksodus sebelumnya ke tempat usahanya yang baru setelah mendapatkan surat himbauan dari Camat Cisarua.

Diusirnya puluhan PKL sehubungan dengan rencana perbaikan saluran air sepanjang 150 meter di muka Pasar Cisarua.

Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kabupaten Bogor melalui UPT Teknik Jalan dan Jembatan Wilayah Ciawi sebelumnya melakukan koordinasi dengan Muspika setempat.

Beberapa pengusaha pariwisata turut berpartisipasi dan dilibatkan dalam kegiatan penertiban tersebut. Adalah Taman Safari Indonesia (TSI) misalnya, yang selalu aktif membersihkan sampah di wilayah itu juga berkontribusi dengan menerjunkan satu unit alat berat.

“Para pemilik kios yang berada di jalan Gapura, Kelurahan Cisarua, harus mendukung terhadap program pemerintah. Karena, sebelum tanah itu tidak dipergunakan mereka telah berkesempatan membuka usahanya. Dan kini saatnya kami mempergunakan lahan tersebut untuk dibuatkan saluran air,” ujar Kepala UPT TJJ Wilayah Ciawi, Eko Sulistio.

Peruntukan saluran atau sodetan selebar 1 meter ini, lanjut Eko, merupakan langkah penanganan banjir yang selalu terjadi di Jalan Raya Puncak tepat di depan Hotel Royal Safari Garden.

“Banjir yang selalu terjadi di depan hotel Royal Safari Garden akibat tidak berfungsinya sodetan yang ada di ruas jalan Gapura.

Selain itu juga, sampah yang dibuang para pedagang kaki lima menjadi penyebab tertutupnya saluran air. Dengan dibangunnya sodetan di jalan Gapura, akan berfungsi pengendali banjir di sana.

Dan kami akan tetap menjaga keberadaan sodetan dengan berkoordinasi sama Pol PP setempat, supaya tidak terjadi penempatan ulang oleh PKL,” pungkas Eko.(dang)