Hallobogor.com, Cibinong – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor melaporkan, sebanyak 616 unit bangunan di Kabupaten Bogor rusak akibat dampak gempa yang berpusat di Lebak, Banten, pada Selasa (23/1/2018). Ke 616 bangunan tersebut terdiri dari 605 bangunan rumah warga dan 11 unit bangunan sarana umum seperti sekolah, masjid, puskesmas, dan MCK.

Sedangkan lokasi bencana gempa menyebar di 25 desa di antaranya di Kecamatan Megamendung, Caringin, Sukaraja, Ciawi, Cijeruk, Nanggung, Sukajaya, Cigombong, Cibungbulang, Jasinga, Rumpin, Pamijahan, dan Sukamakmur.

“Hasil sementara kaji cepat TRC, rincian rusak berat sebanyak 33 rumah, rusak sedang 91 rumah, rusak ringan 438 rumah, terancam 43 rumah. Untuk kerusakan fasilitas umum, yakni mesjid 6 bangunan, sekolah 1, warung 1, penitipan 1, puskesmas 1 dan MCK 1,” papar Kepala BPBD Kabupaten Bogor, Koesparmanto yang didampingi Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Sumardi kepada wartawan, Jumat (26/1/2018).



Koesparmanto menegaskan, BPBD sudah mengatasi bencana gempa ini dengan baik serta menyalurkan bantuan tanggap darurat sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) kepada para korban yang terkena musibah.

Ia menjelaskan, tugas yang dilaksanakan sudah sesuai Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Bogor Nomor 12 Tahun 2016 tentang pembentukan Badan Penanggulangan Bencana.

“Sampai hari ini, kami tetap melaksanakan kaji cepat terhadap dampak bencana itu. Karena masih terdapat para Kepala Desa melaporkan kejadian bencana akibat gempa tersebut. Untuk itu, kami sepenuhnya melaksanakan amanah sesuai Perda No. 12. Apabila ada pihak-pihak yang menyatakan bahwa BPBD lambat dalam melakukan penangganan bencana, hal itu sama sekali tidak benar,” tegas mantan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Bogor itu.

Mardi menambahkan, kebutuhan dasar untuk para korban bencana telah disalurlan antara lain beras, mie instan, minyak goreng, terpal, handuk, tikar, famili kit, paket rumah tangga dan alat dapur. (cep)