Hallobogor.com, Cigombong – Hidup Sri Komariah (37) begitu tersiksa selama tujuh tahun. Perutnya terus membesar hingga menggelembung melebihi ukuran perut ibu-ibu hamil.

Perempuan yang masih gadis dan tinggal di Kampung Benteng RT 04/01, Desa Tugu Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor ini, terjangkiti penyakit ganas yang menyerang indung telurnya atau yang dikenal Miom.

Selama ini, Sri hanya bisa tergolek lemas di rumahnya dan sulit beraktivitas. Dengan kondisi fisik badannya yang tak normal ini juga membuat mentalnya jatuh.

Dari informasi yang diperoleh, Sri tak intensif diobati ke rumah sakit lantaran pihak keluarga menganggap penyakit Sri akibat guna-guna.

Namun berkat kerja sama semua pihak, yakni Pemdes Tugu Jaya, Camat Cigombong dan jajaran, Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM), dan Dinas Kesehatan, akhirnya Sri dapat dibawa ke RSUD Ciawi, Senin (10/04/2017) pukul 11.00 wib. Saat ini pasien sedang ditangai tim dokter untuk pemulihan mentalnya di ruang Seruni.

Pasien dibawa menggunakan ambulance dari Dinas Kesehatan didampingi keluarga, Sekcam Caringin, Kades Tugu Jaya, Ketua IPSM dan anggotanya.

“Di sini pasien ditangani untuk pemulihan mental terlebih dahulu. Untuk penanganan medis lebih dalam, pasien akan dibawa ke RS Fatmawati Jakarta, karena RSUD Ciawi tidak bisa menangani pasien dengan alasan peralatan medis yang tidak tersedia,” ujar Ketua IPSM Kabupaten Bogor, Dian Herdiansyah.

Dian mengatakan, dari hasil pemeriksaan dokter RSUD Ciawi pasien menderita penyakit keganasan pada indung telur. Namun untuk pemeriksaan lebih dalam nanti RS Fatmawati yang mengetahui.

“Pasien saat ini tercatat sebagai peserta BPJS Kesehatan PBI, artinya pasien dibiayai BPJS,” pungkasnya.

Sementara, Kades Tugu Jaya, Sugandi Sigit yang menemani ke RSUD Ciawi mengatakan, pasien sudah 7 tahun menderita penyakit keganasan pada indung telur ini. Sebelumnya, pasien sudah pernah di rawat di RS PMI Bogor beberapa bulan lalu. Namun karena perutnya kembali membesar, korban kembali dibawa ke rumah sakit.

“Ya karena kondisi Sri kembali ke kondisi semula (perutnya kembali membesar) akhirnya korban dibawa lagi ke RSUD Ciawi untuk ditangani dini,” terangnya.

Sri lahir di Jakarta dan besar di Desa Tugu Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor. Ayahnya meninggal saat Sri masih anak-anak. Selama ini Sri hidup bersama ibu dan ayah angkatnya.

Camat Cigombong, Basrowi, yang mengunjungi Sri, mengatakan, upaya Pemerintah Kecamatan Cigombong terhadap pasien saat ini memenuhi kebutuhan pasien selama di RSUD Ciawi. Pihaknya pun sedang mengajukan ke Pemkab Bogor agar pasien dapat menerima bantuan.

“Ya kami dari kecamatan tentunya terus memantau perkembangan pasien, selain itu kecamatan membantu pasien soal jaminan kesehatannya, kan pasien sebelum menjadi peserta BPJS mandiri, kita sudah upayakan menjadi BPJS PBI,” tandasnya. (cep)