Hallobogor.com, Bogor – Kabupaten Bogor bakal menyuguhkan salah satu kebanggaan bagi umat muslim di seluruh dunia. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bakal membangun kawasan religi internasional di atas lahan seluas 200 hektare yang di dalamnya bakal terdapat 99 miniatur masjid dunia.

Lokasi yang dipilih adalah Bukit Pasirgocap di Desa Pasirmadang, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor. Lokasi tersebut, pada Sabtu 20 Januari 2018 ditinjau oleh Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Ade Ruhandi. Peninjauan ini dihadiri pula oleh para pangeran dan para ulama serta habaib utusan dari berbagai negara seperti Iran, Surya, Tiongkok, Maroko, Tunisia, dan Rusia.

Di hadapan tamu undangan, Ketua DPRD Ade Ruhandi atau Jaro Ade menceritakan mulai gagasan hingga tahapan-tahapan pemilihan lokasi pembangunan masjid.

“Awalnya, lokasi yang direncanakan adalah kawasan Bogor Timur sekitar 200 hektare. Namun ada sedikit hambatan. Kemudian kami memberi pilihan kawasan Bogor Selatan, Bogor Utara, dan Bogor bagian barat,” kata Ade Ruhandi.

Ade Ruhandi yang akrab disapa Jaro Ade ini mengungkapkan, Pemkab Bogor diberi waktu 10 hari untuk menjawab permintaan para ulama dunia yang menginisiasi pembangunan kawasan religi itu.

Setelah melalui pertimbangan dan dibantu oleh pemikiran ulama di Indonesia maka terpilihlah sebuah lokasi yang bertempat di Sukajaya. Lahan bakal pembangunan 99 miniatur masjid dunia ini merupakan bekas lokasi perkebunan cengkeh di era pemerintahan Suharto.

“Pemilihan lokasi ini disetujui oleh masyarakat setempat, pemerintah pusat, Provinsi Jawa Barat dan Wakil Gubernur Deddy Mizwar sudah datang langsung meninjau lokasi. Lokasi ini merupakan hasil istikhoroh para ulama-ulama,” bebernya.

Seluruh masjid itu merupakan miniatur dari masjid di 26 negara di dunia. Selain masjid, rencananya akan dibangun pula museum, universitas, rumah sakit, perpustakaan, hingga gerai-gerai wisata kuliner untuk semakin menarik minat wisatawan.

Sementara itu, di sela-sela acara terselip dukungan dari para ulama dalam negeri maupun mancanegara terhadap Jaro Ade untuk maju menjadi calon Bupati Bogor periode 2018-2023.

Menanggapi hal ini, Jaro Ade mengatakan bahwa kegiatan tasyakuran dan peninjauan tersebut murni kegiatan Pemkab Bogor, bukan kegiatan politik. “Pada hari ini tidak ada kaitannya dengan politik tapi fokus saja kepada rencana miniatur masjid dunia. Tapi setelah beres rangkaian acara muncul dari beberapa ulama dari luar maupun juga ulama-ulama setempat mendoakan. Terutama kepada saya, karena saya merupakan bagian yang mempunyai konsep,” ujarnya.

Ditemui terpisah, Pangeran dari Kesultanan Cirebon mengungkapkan dukungan dari seluruh kerabat dan keluarga Kesultanan Cirebon maupun Banten atas majunya Ketua DPRD tersebut.

“Insya Allah, pastinya seluruh kerabat dari kesultanan Cirebon dan seluruh keluarga-keluarga kita di Banten pastinya karena ini wilayah Jawa Barat, kami mendukung Jaro Ade Maju dalam Pilbup Bogor. Semoga Jaro Ade menang dan terpilih,” ungkapnya pada media.

Sedangkan ulama mancanegara yang turut mendoakan Jaro Ade secara terbuka diwakili oleh Syekh Ayatollah dari Iran. Syekh Ayatollah berdoa sembari merangkul Jaro Ade yang berdiri di sampingnya dengan diikuti ucapan ‘Aamiiin’ dari para hadirin. (cep)