Hallobogor.com, Bogor – Usai berkeliling dan menyapa warga di Kelurahan Rangga Mekar, calon Wali Kota Bogor nomor urut satu, Achmad Ru’yat kembali melanjutkan sapa warga di Kampung Sawah RW 06, Kelurahan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Senin (12/03/2018).

Di sela-sela menyapa warga, Achmad Ru’yat melihat papan catur yang berada di sebuah saung dan langsung ditantang oleh salah satu warga bernama D. Miharja (62) alias Jaja untuk bermain.

Guna mempersingkat waktu, calon Wali Kota Bogor yang berpasangan dengan Zaenul Mutaqin itu langsung membuka papan caturnya. Achmad Ru’yat yang memilih di posisi warna putih melangkah lebih awal dengan menjalankan pion dan kemudian mempersilakan Jaja memainkan bidak catur berwarna hitam.

Langkah demi langkah pun dimainkan Ru’yat dan Jaja. Hingga beberapa langkah, bidak catur Ru’yat satu per satu dimakan bidak Jaja. Namun, Ru’yat tetap fokus dan menjalankan caturnya dengan tersenyum.

Ditemani segelas kopi hitam cap Liong Bulan, pertandingan berjalan dengan cukup alot, masing-masing bidak dan raja yang dimiliki keduanya saling menjaga serta membangun strategi jitu. Pada akhirnya, salah satu pion yang dimiliki Ru’yat berhasil dijadikan menteri dan memenangkan pertandingan.

Usai bermain, warga yang menonton langsung memberikan tepuk tangan dan menyalami Ru’yat. Jaja yang kalah dalam bermain catur mengatakan, bahwa Ru’yat sangat bagus bermain catur dan semoga bagus juga untuk memimpin Kota Bogor ke depannya.

“Strategi yang dimainkan oleh Pak Ru’yat benar-benar hebat. Mudah-mudahan beliau juga bisa menjadi pemimpin yang hebat dan membawa perubahan bagi Kota Bogor dengan strategi-strategi yang dimilikinya. Sukses dan sehat selalu untuk pasangan RZ,” ucap Jaja yang juga seorang pensiunan Guru serta Grandmaster Catur di wilayah Batutulis.

Pertandingan catur memang mengolah atau mengasah otak dan strategi, seperi halnya rakyat dan pemimpin  dibangun kesetaraan yang saling membantu.

“Bermain catur itu benar-benar sangat menginspirasi sebuah kompetisi politik yang sehat dan damai, bagaikan srupuuuut minum kopi hitam cap Liong Bulan,” kata Ru’yat yang pernah mejuarai pertandingan catur dimasa SMP dan SMA. (cep)