Hallobogor.com, Cisarua – Alokasi Dana Desa (ADD) mengalami perubahan sistem dalam pencairannya. Mukai tahun 2018 ini, setiap desa di Kabupaten Bogor diharuskan mengikuti sistem giro dalam setiap penarikan dananya. Sehingga, tidak lagi disalurkan melalui nomor rekening bendahara desa.

Demikian pula dalam jangka waktu pencairannya. Dari yang biasa cair setiap tiga kali dalam setahun, kini menjadi dua kali, dengan tidak mengubah nilai penerimaan ADD per tahunnya.

Selain itu, penarikan uang ADD harus berdasarkan ajuan nama kegiatan yang akan dilaksanakan oleh setiap desa. Belum lagi ditambah dengan laporan pajak. 

Perubahan sistem yang dilakukan pemerintah ini guna meminimalisir penyelewengan yang dilakukan segelintir oknum Kepala Desa, yang doyan mempermainkan ADD hingga menyeretnya ke bilik penjara. 

“Ya, pencairan ADD kini mempergunakan giro. Dan pencairannya kini menjadi dua kali dalam setahun. Dengan mempergunakan giro, pihak desa tidak bisa mencairkan semua uang ADD yang masuk ke rekening desa. Karena, di pencairan tersebut, pihak desa harus menyertakan nama kegiatan pembangunannya. Dan uang akan diterima pihak desa sesuai jumlah untuk kegiatan yang diajukan tersebut,” ujar Kasi Pemerintahan Kecamatan Cisarua, Ridwan Wahyudin.

Bukan hanya ADD yang mengalami perubahan dalam pencairannya, lanjut Ridwan, Dana Desa atau DD juga mengalami perubahan. Namun, perubahan untuk DD, yang sebelumnya cair dua kali dalam setahun, kini menjadi tiga kali pencairan. “DD akan cair tiga kali dalam setahun, dan dalam waktu dekat, ADD dan DD akhir 2017, akan mendapat pemeriksaan dari Inspektorat,” pungkas Ridwan.(dang)