Hallobogor.com, Bogor – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bogor tahun 2018 sangat sengit dan memanas. Pertarungan antara pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Bogor nomor urut tiga Ade Ruhandi alias Jaro Ade – Ingrid Kansil (JADI) dengan paslon nomor urut dua Ade Yasin – Iwan Setiawan sangat kental dirasakan oleh masyarakat.

Apalagi, keputusan resmi dari Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Bogor mengenai pemenang dalam kontestasi lima tahunan ini tinggal menghitung hari. Tim dari masing-masing paslon pun terus bekerja untuk mengawal suara hingga pleno di KPUD Kabupaten Bogor nanti.

Ketua Dewan Pakar DPP Partai Golkar, Agung Laksono, pun hadir ke kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Bogor pada Senin 2 Juli 2018 malam, untuk memberikan motivasi pada seluruh tim JADI. 

Melalui konferensi pers, Agung Laksono mengatakan, meminta kader partai Golkar maupun partai koalisi lainnya seperti Demokrat, Nasdem, PAN, PKS, PKPI, Berkarya dan PPP kubu Djan Faridz untuk tetap mengawal rekapitulasi suara dalam rapat pleno KPU Kabupaten Bogor pada (4-6/7/2018).

“Dengan restu Ketua Umum Airlangga Hartarto, saya meminta kader partai Golkar dan koalisi partai untuk tetap mengawal rekapitulasi suara pasangan Jaro Ade – Inggrid Kansil (JADI) sampai tuntas atau dalam rapat pleno KPU Kabupaten Bogor mendatang,” katanya.

Dirinya sekaligus memberikan saran kepada tim koalisi JADI agar terus berjuang hingga akhir proses Pilkada ini.

“Kemenangan berada di kubu kita, dan kita harus melaksanakan tugas sesuai dengan dengan aturan yang ada. Kemenangan paslon JADI bukanlah hanya kemenangan Golkar. Akan tetapi kemenangan semua partai koalisi. Partai koalisi pemerintahan, yang mendukung pemerintah,” ujarnya.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Kolektif (PPK) Kosgoro ini juga menegaskan, dalam Pilkada ini tim JADI harus merebut kemenangan, tentunya kemenangan itu harus dicapai dengan cara yang bermartabat.

“How to be a good winner. Kita harus menjadi pemenang yang baik, pemenang yang terhormat, dan pemenang yang bukan mencurangi orang lain. Tentunya kita juga tidak ingin dicurangi,” tegasnya.

Politisi senior Golkar menjelaskan, kecurangan dalam pilkada menjadi hal biasa. Untuk itu, Agung meminta semua tim mewaspadai jangan sampai dicurangi tim lawan. “Kita ingin menjadi pemenang bukan kalah dicurangi,” tuturnya.

Agung meminta KPUD Kabupaten Bogor aga bersikap obyektif dan netral, mengingat dua kubu masing-masing mengklaim kemenangan dengan hasil penghitungan yang dilakukan di internal tim. 

“Saat ini zaman canggih penghitungnya suara dilakukan di komputer, namun yang di belakang komputer itu tetap manusia dan tidak menutup kemungkinan kecurangan itu dilakukan. Untuk itu,saya minta kepada tim pemenangan dan partai koalisi kawal hingga tuntas,” pungkasnya.

Sementara itu, calon bupati Bogor, Jaro Ade meyakini dewi Fortuna masih berpihak padanya, meski kubu sebelah (pasangan Ade Yasin – Iwan Setiawan HADIST, red) sudah mendeklarasikan diri unggul diatas pasangan JADI dengan perolehan suara 41,10 persen untuk HADIST dan Jaro Ade mendapat 38,72 persen.

“Boleh-boleh saja mengklaim, tapi penentuan pemenang yang sah akan diumumkan saat pleno KPUD. Kita tunggu dan harus hormati aturan,” ucap Jaro Ade.

Dia menerangkan partai Golkar ingin memenangkan Pilkada secara bermartabat namun dalan konteks Pemilihan Bupati (Pilbup) Bogor partainya tak ingin dicurangi oleh pihak lawan atau lainnya.

“Kita ingin menjadi pemenang yang baik, bermartabat dan tidak mencuri suara pasangan Calon Bupati – Wakil Bupati Bogor lainnya namun Partai Golkar tak ingin dicurangi oleh pihak lainnya. Kalau saja kita tak dicurangi saya percaya pasangan JADI akan menjadi Bupati – Wakil Bupati Bogor selanjutnya,” terangnya.

Walaupun tetap berprasangka baik kepada penyelenggara maupun aparat hukum, Calon Bupati Bogor Jaro Ade meminta koalisi partai pasangan JADI untuk mengawal ketat perolehan suara hingga rapat pleno di KPU Kabupaten Bogor karena dari hasil laporan saksi ada perbedaan rekapitulasi suara antara foemulir C1 dengan rekapitulasi suara yang ada di kecamatan.

“Hingga saat ini kita menemukan perbedaan rekapitulasi suara dan keberatan ini akan kami sampaikan dalam rapat pleno tingkat KPU Kabupaten Bogor berikut barang bukti yang sudah kami kumpulkan,” kata Jaro Ade. (cep)