Hallobogor.com, Bogor – Calon Wali Kota Bogor nomor urut satu, Ahmad Ru’yat terus gencar melakukan silaturahmi dan menyapa warga, seperti di wilayah Kelurahan Pasir Kuda, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. 

Kedatangan calon Wali Kota Bogor yang berpasangan dengan Zaenul Mutaqin itu, langsung disambut hangat dan banyak warga yang menyampaikan dukungan serta mencurahkan aspirasinya.

“Begini pak, saat ini kan sudah ada program dari pemerintah yakni Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang prosesnya di Kelurahan. Namun, pada saat warga mengikuti program itu, prosesnya cukup sulit dan harus membayar biaya yang cukup besar,” ucap Dadi perwakilan warga Kampung Bojong Menteng, Senin (05/03/2018).

Menyikapi aspirasi yang dikeluhkan oleh warga, Ahmad Ru’yat mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) merupakan sektor publik yang tugasnya berorientasi pada pelayanan masyarakat, bukan private sektor. Adanya program PTSL memang tugas Pemkot untuk memberikan perlindungan bagi masyarakat di kelas menengah ke bawah yang memerlukan kepastian hukum terkait sertifikat tanahnya.

“Insya Allah jika saya diberikan amanah untuk menjadi pemimpin di Kota Bogor, saya akan membuat konsep sistematis salah satunya membuat Pos Pusat Pengaduan Masyarakat (PPM) di masing-masing Kelurahan. Dengan adanya Pos PPM ini, masyarakat jadi bisa mengadukan berbagai persoalan-persoalan, misalkan seperti keluhan keluhan yang warga sampaikan ini,” jelasnya.

Tujuan berorganisasi itu, sambung Ru’yat, untuk mempermudah berbagai persoalan yang terjadi, jangan sampai yang mudah menjadi sulit bahkan dipersulit. “Insha Allah sistem yang akan kita buat nanti bisa mengurangi bahkan menghilangkan perilaku-perilaku dan persoalan-persoalan. Oleh karena itu, Pos PPM ini minimal bisa mengontrol perilaku para oknum yang meresahkan warga,” katanya.

Lebih lanjut, Ru’yat menambahkan, dirinya ingin mewujudkan Kota Bogor yang nyaman dan sejahtera secara lahir bathin serta menghasilkan pemimpin yang amanah. 

“Kita ingin kebijakan anggaran didorong bukan untuk pembangunan di pusat kota saja, tetapi didorong untuk membangun di wilayah, karena masih banyak masyarakat yang miskin dan membutuhkan perhatian dari pemerintah. Kota Bogor ini harus dibenahi,” tegasnya. (cep)