Hallobogor.com,Bogor– Setelah mantan Kepala Dinas UMKM, Kota Bogor HYP ditahan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor di Lapas Kelas II, Paledang Bogor, Rabu (06/04/2016), hari ini Jumat (07/04/2016), Kejari Kota Bogor kembali menangkap dua tersangka lainnya yakni Camat Tanah Sareal IR dan RNA Ketua Tim Appresial.

Kedua tersangka ditahan setelah sebelumnya lebih dulu dilakukan pemeriksaan selama dua jam oleh pihak penyidik Kejari Kota Bogor . Selanjutnya, sekira pukul 11:00 WIB, keduanya pun langsung digiring kerumah tahanan di Lapas Paledang Kota Bogor, menyusul HYP yang sudah lebih dulu dititipkan Kejari.

Seperti dikutip Halloapakabar.com, Kepala Seksi (Kasie) Intel Kejari Kota Bogor, Andie Fajar Arianto menjelaskan bahwa penahanan IR dan RNA ini sesuai dengan Surat Perintah (SP) nomor 674/0.2.12/Ft.1/04/2016/ 8 aprli dan 673/0.21.2/ft.1/04/2016/8 April 2016.

“Penahanan kedua Tersangka ini sesuai dengan pasal 20 ayat 2, pasal 21 dan 22 KUHP,” kata Kasi Intel Andie Fajar Arianto, kepada Wartawan.

Saat ditanya apakah ada akan ada tersangka lain, andie menjawab tidak menutup kemungkinan setelah penahanan ini, akan ada tersangka baru yang akan muncul di dalam persidangan nanti.

“Nanti kita lihat perkembangan, saat ini kami limpahkan dulu terhadap proses penuntutan Pengadilan Tipikor Bandung

IR dan RNA digiring petugas Kejari mengenakan baju kemeja tahanan warna orange, kepada para awak media yang telah menunggu keduanya di luar Kantor Kejari, para tersangka ini tak berkomentar banyak soal penahanan dirinya.

Diketahui, ketiga tersangka HYP, IR dan RNA merupakan orang yang diduga telah terlibat dalam kasus mark up pengadaan lahan Pasar Jambu Dua, senilai Rp 43,1 miliar. Lalu setelah ketiga tersangka dilakukan penahanan, apakah Kejari berani menetapkan tersangka baru dalam kasus Angkahong.? (dan).