Hallobogor.com, Pamijahan – Aktivis antikorupsi sekaligus pengamat penyelenggaraan pemerintahan, Ruhiyat Sujana, menyoroti sistem dan implementasi sektor pendidikan di Kabupaten Bogor dibawah kepemimpinan Dace Supriadi.

Seperti dikutip Halloapakabar.com, Ruhiyat menilai, manajemen program yang dibangun dalam sistem pendidikan di Kabupaten Bogor bobrok. Hal ini ditandai dengan masih maraknya pungutan liar (pungli) di sekolah-sekolah seperti buku Lembar Kerja Siswa (LKS), tunjangan, ruang kelas baru (RKB), kisruh pengangkatan kepala sekolah berikut dugaan mark up.

“Semua ini cerminan tata kelola di lingkungan dinas jauh dari kata baik. Ini tidak terlepas dari kepemipinan kepala dinasnya yang dianggap tidak mampu atau tidak becus memimpin institusi dunia pendidikan,” ungkapnya.



Ruhiyat menambahkan, Disdik bagian institusi yang sangat penting dalam mewujudkan arah kemajuan di bumi Tegar Beriman. “Akibat buruk dan gagalnya pengelolaan dunia pendidikan akan berdampak terhadap program-program yang lainnya,” imbuhnya.

Menurutnya, dari potret kegagalan tersebut, Kepala Dinas merupakan orang yang paling harus bertanggungjawab. “Maka dengan mendesak bupati agar mengevaluasi institusi Disdik dan mencopot atau memindahkan kepala dinasnya,” pungkasnya. (eco)⁠⁠⁠⁠