Hallobogor.com, Pamijahan – Bupati dan DPRD dinilai telah gagal menjalankan roda Pemerintah Kabupaten Bogor karena tak mampu mengisi kekosongan Wakil Bupati dan besarnya Silpa.

Dua hal tersebut ditegaskan kordinator Aliansi Penyelamat Masyarakat Bogor Ruhiyat Sujana kepada Halloapakabar.com, Sabtu (27/8/2016).

“Ini menjadi kesimpulan kegagalan Pemda Bogor menjalankan amanat konstitusi dan amanat rakyat,” tegas Ruhiyat.



Menurutnya, kekosongan wakil bupati adalah amanat konstitusi, sehingga Pemda Bogor sudah tidak bermartabat ketika mempermainkan konstitusi. Ditambah, banyaknya SiLPA menjadi catatan bahwa pemda tidak sudah tidak peduli terhadap kepentingan rakyat, banyak aspek negatif dari dampak SiLPA dari berbagai aspek.

“Sosial,budaya,ekonomi dan politik kesimpulan lain bahwa SiLPA menyebab utama dari Kemiskinan,” tambahnya.

Selain itu, ada unsur kesengajaan anggaran tersebut sengaja diendapkan untuk mendapatkan keuntungan bunga oknum-oknum tertentu.

“Dua hal diatas menjadi persoalan pokok yang harus diselesaikan pemerintahan daerah dan kami mendesak itu,” pungkasnya.(eco)