Hallobogor.com, Bogor – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Bogor membentuk Tim Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) di Cico Resort, Jalan Tumenggung Wiradireja, Kota Bogor, Selasa (28/11/2017). Gakkumdu ini guna mengantisipasi manakala terjadi pelanggaran selama berlangsungnya proses Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwakot) dalam Pilkada serentak 2018. 

Ketua Panwaslu Kota Bogor, Yustinus Eliyas Mau, mengatakan, Gakkumdu sebagai wadah bersama penanganan tindak pidana pemilu yang personelnya terdiri dari unsur Panwaslu, kepolisian, Kejaksaan Negeri dan Komisioner Bawaslu.

“Tugasnya menerima temuan dugaan pelanggaran pemilu yang dilaporkan oleh Panwaslu, peserta pemilu dan laporan masyarakat,” katanya.

Setelah menerima laporan dari masyarakat, sambungnya, Tim Sentra Gakkumdu langsung bekerja dan akan diselesaikan oleh Bawaslu selama 12 hari, naik ke Pengadilan selama 20 hari, dan terakhir Mahkamah Agung selama 25 hari.

“Aturannya yaitu berdasarkan keputusan bersama antara pihak kepolisian, kejaksaan dan Bawaslu Republik Indonesia tertuang di dalam aturan bersama No. 14 Tahun 2016,” tuturnya.

Yustinus mengingatkan, bagi yang akan melaporkan pelanggaran diminta jangan lebih dari tujuh hari dari temuan pelanggaran. Jika lebih dari tujuh hari, otomatis laporan tersebut tidak akan ditangani.

“Berdasarkan laporan atau pemeriksaan dalam pemeriksaan bisa memenuhi unsur pidana pemilu atau pelanggaran administrasi. Kalau pidana langsung diproses melalui penyelidikan di tingkat kepolisian dan kejaksaan, tapi kalau pelanggaran administrasi Bawaslu yang langsung memprosesnya,” pungkasnya. (dns)