Hallobogor.com, Kota Bogor – Ketika melintas di Jalan Regional Ring Road (R3) antara Villa Duta-Parung Banteng, Kota Bogor, pastinya akan menemukan sebagian ruas jalan yang belum dibetonisasi. Sebidang lahan seluas 1.987 meter persegi itu diketahui milik warga bernama Siti Hodizah.

Pada saat pembebasan lahan sebelum pembangunan fisik pemilik meminta ruislag (tukar guling) dengan sebidang tanah eks PPA. 

Kedua lahan tersebut terletak tak jauh dari lokasi Jalan R3 di Kelurahan Katulampa, Bogor Timur, Kota Bogor. Namun, hingga kini penyelesaian ruislag tak kunjung tuntas sejak diajukannya permohonan tukar guling tahun 2014 silam.

Polemik ini pun sempat menggelinding ke DPRD Kota Bogor. Lembaga legislatif di kota hujan ini saat itu mendesak eksekutif agar segera menemukan ‘win win solution’ untuk menuntaskan proses ruislag. Pasalnya, pembangunan jalan R3 sebagai solusi mengurangi beban kemacetan di Kota Bogor.

Informasi terakhir memasuki tahun 2017 didapat bahwa sebidang tanah eks PPA tersebut masih belum tercatat dalam neraca aset di Badan Pengendalian Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). 

“Proses ruislag harus mengacu kepada Permendagri 19/2016. Nah, mengenai ruislag tanah eks PPA belum mendapat informasi kembali dari DPUPR apakah proses konsinyasi sudah selesai atau belum,” kata Kepala Bidang Aset pada BPKAD Kota Bogor Rifki.

Ketika itu sudah selesai, lanjut dia, ditindaklanjuti dengan pelepasan alas hak atas tanah eks PPA dari Kementerian Keuangan ke Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. “Jadi kita masih menunggu penyerahan alas hak dari kementerian keuangan, baru bisa dilaksanakan ruislag,” tuturnya.

Sementara Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) mengklaim bahwa kegiatan pembebasan tahan eks PPA telah selesai pada tahun 2015. Namun, pihak Kementerian Keuangan belum mengambil uang pembayaran yang dititipkan Pemkot Bogor di Pengadilan Negeri Bogor.

“Ketika (konsinyasi) itu sudah diambil oleh pihak Kementerian Keuangan, ruislag tinggal dilaksanakan, begitu,” ucap Kepala DPUPR Kota Bogor Chusnul Rozaqi.

Nasib serupa terjadi pada pembebasan lahan Jalan R3 antara Parung Banteng – Katulampa. M. Atouillah pemilik sebidang tanah 1.100 meter persegi memohon ruislag tahun 2014 dengan tanah eks fasos fasum Perumahan Mutiara Bogor Raya (MBR). Diketahui, pihak MBR telah menyerahkan lahan fasos fasum pada tahun 2016 lalu. (ris)