Hallobogor.com, Bogor – Aqua Grup berkolaborasi dengan Water.org untuk meningkatan akses air bersih di wilayah pedesaan melalui pembiayaan kredit mikro oleh lembaga keuangan. Kerangka perjanjian kerja sama ini diteken Aqua dan Water.org di Jakarta, 15 Desember 2016.

Penandatanganan ini dilakukan oleh VP General Secretary Aqua Grup, Leila Djafaar, dengan Director of International Program Water.org, Rich Thorsten.

Penandatanganan kerangka perjanjian kerja sama ini diharapkan dapat berkontribusi pada tercapainya target 100% Universal Access pada 2019 dan Sustainable Development Goals (SDGs) untuk tersedianya akses air bersih bagi seluruh masyarakat Indonesia. 

Kerja sama ini menargetkan penguatan 150 Badan Pengelola Sarana Pengelola Air Minum (BPSPAM) di wilayah pedesaan untuk dapat mengsakses fasilitas kredit di Lembaga Keuangan Mikro (LKM) dalam rangka memenuhi kebutuhan air minum dan sanitasi, serta mendorong pembiayaan bagi 50 BPSPAM. Melalui kolaborasi ini diharapkan sebanyak 39.000 jiwa di lima kabupaten di Indonesia mendapatkan peningkatan akses air bersih. 

Leila Djafaar mengatakan, sebagai perusahaan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) di Indonesia, Aqua Grup sejak 2007 telah mengembangkan program Water Access Sanitation and Hygiene (WASH) untuk berkontribusi pada peningkatan akses air di Indonesia.

“Seiring dengan misi kami yaitu menyediakan kesehatan bagi sebanyak mungkin orang melalui berbagai program, maka program WASH ini kami kembangkan baik di lokasi sekitar kami beroperasi maupun di daerah-daerah yang membutuhkan sesuai dengan rekomendasi Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (Pokja AMPL) Nasional,” katanya.

Menurut Leila, kerja sama yang akan dilakukan bersama Water.org mulai dari pemetaan BPSPAM, penguatan kapasitas serta pembiayaan juga akan berkoordinasi aktif dengan pemerintah untuk target dan sasaran wilayah program, terutama di wilayah pedesaan. “Untuk mencapai tujuan peningkatan akses air bersih ini sangat membutuhkan sinergi dan kontribusi dari berbagai pihak. Semoga dengan kolaborasi ini dapat mempercepat tercapainya tujuan baik ini,” ujarnya.

Melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, pemerintah mengamanatkan tersedianya akses air minum dan sanitasi yang layak bagi seluruh lapisan masyarakat atau yang disebut dengan Universal Access. Pemerintah menargetkan bahwa pada 2019, 100% masyarakat Indonesia bisa memperoleh akses pelayanan air minum, 0% kawasan permukiman kumuh dan 100% masyarakat memperoleh akses sanitasi. 

Sampai tahun 2015 ini capaiannya sudah sebesar 70,97% melebihi target Millenium Development Goals (MDGs) Indonesia yaitu sebesar 68,86%. Namun masih harus dikejar capaian untuk wilayah pedesaan. Biaya yang dibutuhkan untuk pencapaian Universal Access sendiri adalah sebesar Rp274,8 trilliun di mana pemerintah memberikan 30% nya dari dana APBN.  Karenanya, dibutuhkan kontribusi pembiayaan dan program dari berbagai pihak.

Sementara itu, Rich Thorsten mengatakan, kerja sama ini merupakan sebuah inisiatif yang baik dalam komitmen untuk meningkatan akses air bersih di Indonesia. “Semoga komitmen ini dapat memberikan manfaat yang positif bagi Indonesia. Dengan sistem pembiayaan kredit mikro yang relatif baru kami berharap hal ini dapat menjadi alternatif solusi bagi peningkatan akses air bersih di Indonesia,” harapnya.

Pembiayaan kredit mikro untuk penyediaan akses air minum merupakan konsep yang relatif baru, tetapi memiliki potensi untuk membantu mengatasi keterbatasan dengan memungkinkan masyarakat untuk mendepresiasi biaya investasi awal dalam jangka waktu yang lebih panjang. Data dari World Bank Water – Global Practice’s Water Sanitation Program dan Water.org menemukan bahwa pembiayaan mikro dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan akses air minum dan sanitasi, serta mencapai lebih banyak masyarakat di pedesaan.

Salah satu skema pembiayaan kredit mikro berhasil dilakukan oleh PD BPR BKK Purwodadi Kabupaten Grobogan, di mana mereka menargetkan sebanyak 12.000 masyarakat mendapatkan fasilitas kredit pembuatan jamban sehat, sanitasi sehat dan air minum melalui skema Kredit BKK Air dalam jangka waktu 3 tahun. (cep)