Hallobogor.com, Dramaga– Camat Dramaga, Baehaki, marah. Ia merasa kecewa dengan terbitnya Izin Peruntukan Penggunaan Tanah (IPPT) dalam pembangunan proyek tempat kos-kosan berjumlah 200 pintu di atas lahan basah dengan luas tanah 7.000 meter persegi di Desa Cikarawang.

Baehaki mengaku, dalam prosesnya perizinannya tidak pernah mengetahui dan merasa tidak pernah memberikan tanda tangan. Menurutnya munculnya izin tersebut dinilai telah menyalahi dan melanggar prosedur yang berlaku.

“Seharusnya BPT jeli dan tidak sembarang menerbitkan perizinan. Karena jelas yang berwenang memberi bubuhan tanda tangan sebelum melangkah ke tingkat pusat adalah camat, bukan staf kecamatan,” ungkap Baehaki kepada Hallobogor Rabu, (27/4/2016).



Ditegaskan Baehaki,  memang dalam proses perizinan yang kini terlanjur terbit, dirinya mengakui ada kesalahan yang dibuat oleh salah satu stafnya yang telah memberikan bubuhan tanda tangan.

“Tapi seharusnya pihak BPT tidak serta merta mengeluarkan izin. Yang berhak kan saya,  apa mereka kurang pendidikan sehingga hal yang seharusnya diketahui semua ternyata buta prosedur,” tandasnya.

Belum lagi, kata Baehaki, pembangunan tersebut jelas telah menyalahi aturan karena berdiri di atas lahan basah yang seharusnya dilindungi oleh Peraturan Daerah. Walaupun lahan diklaim telah tidak berfungsi, lahan basah adalah lahan yang tidak bisa diganggu gugat peruntukannya.

“Sebelum menerbitkan izin,  pihak BPT kan bisa melihat lokasi mana yang bisa dibangun dan mana yang masuk dalam lahan basah melalui alat canggih GPS,” pungkasnya. (eco)