Konsultasi Hukum, bersama : Joko Mulyono SH MH

PERTANYAAN :
Saya ingin mewakafkan sebagaian tanah saya untuk pembangunan rumah ibadah, tapi saya tidak tahu apakah saya dan harta yang akan saya wakafkan sudah memenuhi syarat atau belum, kemudian bagaimana cara melakukan wakaf tersebut? Mohon penjelasan, terima kasih. (Hasanuddin, Sukabumi)

JAWABAN :
Badan-badan Hukum Indonesia dan orang atau orang-orang yang telah dewasa dan sehat akalnya serta yang oleh hukum tidak terhalang untuk melakukan perbuatan hukum, atas kehendak sendiri dapat mewakafkan benda miliknya dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dalam hal badan hukum, maka yang bertindak untuk dan atas namanya adalah pengurusnya yang sah menurut hukum atau anggaran dasarnya. Benda wakaf tersebut harus merupakan benda milik yang bebas dari segala pembebanan, ikatan, sitaan dan sengketa.

Pihak yang mewakafkan harus mengikrarkan kehendaknya secara jelas dan tegas kepada Nadzir (kelompok orang atau badan hukum yang diserahi tugas pemeliharaan dan pengurusan benda wakaf) di hadapan Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf, yang kemudian menuangkannya dalam bentuk ikrar wakaf dengan disaksikan oleh sekurang-kurangnya 2 orang saksi. Demikian semoga bermanfaat.

Joko Mulyono, S.H., M.H., Advokat & Konsultan Hukum di Kantor Advokat & Konsultan Hukum Arwin Siregar & Associates, untuk berkomunikasi, hub sms/wa : 0811854927