Hallobogor.com, Bogor – Grup band asal Kota Bogor ‘Tokyolite’ kembali membawa nama Kota Bogor ke kancah Asia karena menjadi satu-satunya band yang terpilih dari Indonesia untuk mewakili Asia Tenggara di ajang Kansai Musik Conference (KMC) yang dilangsungkan di Jepang pada 17 September 2016 mendatang.

Band yang digawangi dua personelnya, Stevan Arianto (24) pada vocal dan Alexander Bramono (24) pada bass ini direncanakan berangkat tanggal 14 September dan memulai rangkaian tournya di tanggal 15-27 dan pulang ke Indonesia tanggal 28 September.

Stevan mengatakan, ke Tokyo ini adalah yang ketiga kalinya dimana sebelumnya di tahun 2013 tepatnya pada bulan Juli dan Desember kita diundang ke Tokyo untuk mengisi acara disalah satu stasiun televisi disana.



“Di tahun 2013 lalu kita dua kali ke Jepang itu karena terpilih dan diundang. Dan di tahun 2016 ini kita terpilih kembali serta diundang untuk mewakili Asia Tenggara di acara KMC yang diikuti oleh berbagai negara. Band kita adalah satu satunya kandidat dari Indonesia yang berangkat”, kata Steven kepada hallobogor.com usai beraudiensi kepada Walikota Bogor Bima Arya di rumah dinasnya (Rumdin) Jalan Pajajaran, Kota Bogor (11/09/2016).

Steven menuturkan, Tokyolite sendiri berdiri sejak tahun 2009 dengan jumlah personel lima orang. Karena perombakan formasi, diakhir tahun 2013 sisa personel yang bertahan tinggal dua orang hingga sekarang. Kita terbentuk karena musik dan terkumpul dari sekolah dan band yang berbeda-beda. Untuk aliran musik kita mengusung genre pop funk karena lebih bersemangat. Kita ingin mengemas pop funk yang zaman dulu tahun 80an akhir menjadi lebih modern.

“Selain mengikuti acara KMC, kita juga akan mengadakan tour keliling dengan tajuk ‘Highlite Japan Tour 2016′ ke lima kota di Jepang yaitu Osaka, Kyoto, Kobe, Fukui dan Tokyo. Di lima kota tersebut ada 10 titik yang kita datangi. Pada tour ini kita akan membawakan 13 lagu yakni 8 lagu dari album pertama ditambah 5 lagu dari mini album”, jelasnya.

Menanggapi hal tersebut Bima mengatakan, Ini contoh dari anak-anak muda yang kreatif dan inovatif. Mereka tidak menunggu bantuan, tapi mereka berusaha sendiri sampai bisa menembus pasar internasional. Ini bisa menjadi contoh karena banyak anak muda yang minta fasilitas, minta dibantu tapi prestasinya juga alakadarnya.

“Saya titip pesan untuk Tokyolite, dalam mengembangkan prestasi dan kreatifitas ini alangkah lebih bagusnya jika selalu bisa memberitakan, menceritakan dan mempromosikan Kota Bogor keseluruh tempat-tempat yang dikunjungi”, harapnya.

“Saya titip juga sesekali pakai atribut yang menjadi icon khas Kota Bogor dan juga pakaian adat Jawa Barat, dan saya berharap bisa mendokumentasikan semua kegiatannya disana dibuat yang bagus baik video maupun foto supaya kalau pulang kesini hasil dokumentasi tersebut bisa menginspirasi anak muda yang lain serta bisa membangun jaringan dengan musisi internasional yang kemudian bisa didatangkan ke Kota Bogor untuk bisa kita undang mereka kalau kita buat acara,” tutupnya. (ndy)