Hallobogor.com, Ciawi – Bermacam dana bantuan sedang mengalir ke setiap desa, baik dari APBN maupun APBD provinsi dan kabupaten. Sebut saja seperti Dana Desa, Anggaran Dana Desa (ADD), Dana Infrastruktur, Dana Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Program Keluarga Harapan (PKH), P2KP, ditambah Dana Aspirasi.

Namun disayangkan pada realisasinya belum banyak yang dirasakan langsung oleh masyarakat desa. Di banyak desa masih terlihat etalase-etalase kemiskinan dan gejala-gejala kesusahan rakyat dalam memenuhi kebutuhan pokoknya.

Misalnya di Desa Teluk Pinang, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor. Di desa ini masih terdapat rumah warga miskin yang kumuh namun belum pernah mendapat perhatian dari pemerintah dan Pemerintah Desa. Akibatnya, sebagian warga curiga jika bantuan yang mengalir dari pemerintah tidak tepat sasaran.

Salah satu rumah tidak layak dan belum pernah mendapat bantuan itu adalah rumah milik Wawan, warga Kampung Cibolang RT 03/08, Desa Teluk Pinang. Rumah berukuran 4 x 6 meter persegi yang terbuat dari bilik bambu itu ditinggali oleh delapan orang. Untuk menutupi dari tiupan angin dan percikan air hujan, Wawan menutupi sekeliling rumahnya dengan plastik spon limbah pabrik.

“Seingat saya dari dulu sampai sekarang ini saya tak pernah mendapatkan bantuan apapun dari pihak pemerintahan maupun pemerintah desa, apapun bentuknya,” katanya.

Wawan juga mengaku cemburu sosial dan merasa heran, sebab rumah tetangganya yang jauh lebih layak dibanding dengan rumahnya justeru yang mendapatkan bantuan perbaikan. “Tapi biarkan sajalah mungkin saya tidak masuk kategori warga tak mampu,” sesalnya.

Hal serupa dirasakan oleh Emun (70 tahun), warga Kampung Ranji RT 01/08 Desa Teluk Pinang. “Pernah beberapa kali kedatangan petugas dari desa, malahan rumah saya pernah difoto, katanya nanti ibu dapat bantuan dana, itu ada tiga kali mah,” kata dia. “Tapi sampai sekarang saya belum pernah mendapatkan bantuan apapun,” sambungnya. (wan)