Hallobogor.com, Ciawi – Dari 5,6 juta penduduk Kabupaten Bogor, masih terdapat sekitar 500 ribu warga yang hidup di bawah garis kemiskinan. Sementara yang sudah tercover oleh Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) baru separuhnya.

Sedangkan dari sisi dukungan anggaran sendiri dinilai belum mencukupi. Sebab, biaya kesehatan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor untuk penanggulangan kemiskinan baru 11 persen pada tahun 2016 ini.

“Anggaran yang digulirkan untuk sektor kesehatan belum mencukupi. Pada tahun 2017 Pemerintah Kabupaten Bogor akan menaikkan anggaran kesehatan hingga 14 persen,” kata Bupati Bogor, Hj. Nurhayanti, saat menghadiri HUT Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciawi belum lama ini.

Oleh karena itu, dirinya meminta agar segala bentuk pelayanan kesehatan yang telah ada terutama RSUD agar dioptimalkan. Karena, diakui Bupati, masih banyak warga/pasien yang mengeluhkan pelayanan RSUD kepadanya melalui pesan singkat.

“Jangan sampai ada lagi masyarakat yang mengeluhkan tentang pelĂ yanan rumah sakit. Jangan pandang bulu dalam melayani pasien. Peningkatan kapasitas pembangunan Rumah Sakit harus berbanding lurus dengan peningkatan mutu pelayanan pasien,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi 4 DPRD Kabupaten Bogor, Wasto Sumarno, menandaskan, semua Rumah Sakit harus memberikan pelayanan bagi semua pasien. “Jangan sampai pandang bulu. Berikan layanan yang maksimal pada warga miskin yang menggunakan BPJS,” tegasnya.

Wasto mengungkapkan, anggaran untuk warga miskin di Kabupaten Bogor di bidang kesehatan hampir Rp100 miliar. “Jadi semua RSUD harus memberikan layanan yang maksimal pada pengguna BPJS,termasuk RSUD Ciawi ini. Lakukan dengan ramah sesuai motto, senyum, sapa, salam,” pungkasnya. (wan)