Hallobogor.com, Bogor – Dari 68 kelurahan se-Kota Bogor, baru 10 persen wilayah yang sudah ditanami berbagai jenis pohon oleh komunitas Gerakan Tanam Pohon (GTP). Kini usai Lebaran, GTP kembali digencarkan.

Aksi menanam pohon dilaksanakan di halaman Kelurahan Tanah Baru dan SDN Sindang Sari, Jalan Pangeran Assogiri, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Minggu (23/07/17).

Heri Cahyono salah satu penggagas GTP mengatakan, meski sempat vakum selama satu bulan lebih namun semangat GTP untuk menanam pohon masih tetap terjaga dan masih komitmen untuk menghijaukan kembali Kota Bogor.

“Kemarin kami sempat vakum selama satu bulan lebih karena fokus ibadah puasa, dan hari ini baru kita mulai lagi menanam pohon. Semangat teman-teman di GTP luar biasa dan masih komitmen untuk menghijaukan Kota Bogor,” ucapnya.

Wakil Ketua DPRD Kota Bogor ini mengaku, untuk penanaman pohon yang ditargetkan sebanyak 68 Kelurahan se-Kota Bogor baru terpenuhi sekitar 10 persen. Sehingga gerakan penanaman pohon ini masih terus berlanjut untuk menjaga dan menghidupkan kembali kelestarian alam di Kota Bogor.

Jenis pohon yang ditanam di Kelurahan Tanah Baru antara lain pohon durian, rambutan, dan jambu jamaika. Pihon durian ditanam lebih banyak karena GTP ingin mengembalikan dan menghidupkan kembali durian Bogor sebagai ikon Kota Bogor.

“Kota Bogor dulu sempat menjadi pusat durian atau ikon durian. Sekarang ini sudah mulai hilang, tinggal hanya ada di Rancamaya dan Cimahpar. Untuk itu, kami terus dan terus menanam pohon Durian, agar nantinya masyarakat bisa menikmati durian-durian yang sudah kami tanam,” jelasnya. 

Pada penanaman pohon yang ke-142 ini dihadiri tokoh masyarakat Kelurahan Tanah Baru sekaligus sebagai Ketua Komisi A DPRD Kota Bogor Oyok Sukardi, Camat Bogor Utara Atep Budiman, Lurah Tanah Baru Juandi Rahmaja dan para penggiat GTP. (dns)