Hallobogor.com, Bogor – Sejumlah jurus dilakukan Calon Bupati Bogor nomor urut 3 H. Ade Ruhandi alias Jaro Ade untuk mengungkapkan berbagai kecurangan dalam Pilkada Kabupaten Bogor tahun 2017. Selain menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK), laporan juga dilayangkan ke Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Bawaslu kini terus menggeber laporan tim kuasa hukum Jaro Ade.

Jaro Ade dan tim kuasa hukumnya mendatangi kantor Panwaslu Kabupaten Bogor di Komplek Bumi Cibinong Endah, Kecamatan Cibinong, Minggu (29/7/2018) sekira pukul 09.00 Wib.

Komisioner Panwaslu Kabupaten Bogor Irvan Firmansyah, mengatakan, pemeriksaan ini terkait laporan tanda tangan palsu yang diduga dilakukan oleh PPK Citeureup dan perbedaan data Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) yang terdaftar berbeda di rekapitulasi 2019 dengan DPTb yang ada dalam rekapitulasi pilbup 2018.



“Pemeriksaan sudah dilakukan sejak 28/7/2018 sampai 29/7/2018, dan yang memeriksa dari Bawaslu Jabar yakni H. Yusuf Kurnia,” ujar Irvan kepada awak media.

Menurutnya, rata-rata para pelapor dan terlapor, hingga saksi diperiksa minimal 120 menit setiap orangnya.

“Untuk saksi dari paslon nomor tiga yaitu Amin Sugandi, Asep Ashary, Toto Sunarto, dan Encang,” kata Irvan.

Ia menjelaskan, untuk terlapor yang diperiksa dari KPU Kabupaten Bogor adalah Kasubag Program KPU Ukarman, Komsioner Ahmad Munjin yang membawahi Divisi Pemuktahiran Data Pemilih.

“Dan hasil baru bisa diketahui lima hari setelah pelaporan diregistrasi hari Jumat (27/7/2018), dan hari Selasa tanggal 31/7 baru keluar hasilnya,” singkatnya.

Pantauan dilokasi, hingga pukul 22.56 WIB, pemeriksaan yang dilakukan Bawaslu Jabar masih berlangsung. (cep)