Hallobogor.com, Bogor – Hadirnya Koperasi Perumahan Nasional (Koperumnas) di tengah kebutuhan masyarakat akan rumah yang layak, murah, dan mudah dalam persyaratan, mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Anggota koperasi yang sudah menyicil rumah di Koperumnas dan para agen marketing Koperumnas menyatakan lega bergabung dengan Koperumnas.

Adalah Kunsumiati, seorang pedagang nasi soto di kawasan Terminal Pulogebang, Jakarta, membeberkan pengalamannya sejak pertama bergabung di Koperumnas.

“Tadinya saya tidak tahu apa sih Koperumnas itu. Bulan Desember 2017 saya dapat informasi dari teman grup WA bahwa ada rumah DP nol persen. Lalu saya cari info ke kantor cabang Koperumnas. Setelah dapat info detail saya tidak berpikir yang negatif, saya kemudian persiapkan berkasnya cukup KK dan KTP dan foto 2 lembar 3×4. Cukup simpel, tidak ribet dan tidak harus pakai slip gaji dll. Karena kalau pakai slip gaji saya pasti tidak bisa di-ACC. Apalagi saya cuma seorang nenek yang tidak punya gaji dan penghasilan tetap,” ungkapnya.

Menurut Kunsumiati, sejak awal dirinya bergabung di Koperumnas tidak pernah terjadi hal-hal yang menyimpang atau ganjil. “Sejauh ini saya puas. Makanya banyak juga driver ojek online yang sudah ikut. Saya sendiri berani hijrah ke Koperumnas tanggal 31 des 2017, harga rumahnya masih Rp151 juta dan tahun 2018 ternyata sudah naik jadi Rp161 juta,” katanya.

Kunsumiati juga mencoba buka-bukaan bagaimana dirinya yang hanya mengandalkan penghasilan dari menjual nasi soto bisa lancar membayar cicilan rumah di Koperumnas. “Semua berkat bimbingan Ibu Putri, General Manager Koperumnas. Saya bersyukur dapat bimbingan dan ilmu sebagai agen marketing Koperumnas sehingga saya bisa membayar iuran wajib sebagai cicilan rumah tanpa harus ambil uang dari kantong sendiri lagi tiap bulannya, tapi dari hasil komisi sebagai agen marketing. Malah bisa buat tambahan kebutuhan sehari-hari,” paparnya.

Ada pula Fatar, asal Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Dirinya mengaku bergabung di Koperumnas sejak akhir Oktober 2018 dengan menjadi anggota dan agen koperumnas. Dia pun merasakan hal yang sama dengan anggota Koperumnas lainnya.

“Sebenarnya niat saya bergabung di Koperumnas hanya satu, yakni ingin mensyiarkan tentang bahaya riba di kota saya tercinta ini. Dengan kehadiran Koperumnas disini sebagai pionir koperasi yang menyediakan rumah tanpa riba dengan konsep syariah dan bergotong royong sangat membantu masyarakat yang ingin memiliki rumah tanpa riba,” jelasnya.

Terpisah, Dodi, seorang pemuda agen Koperumnas yang masih berusia 24 tahun juga mengakui kepuasannya bergabung di Koperumnas. Di sela kesibukannya bekerja di suatu perusahaan, kuliah dan aktif dalam organisasi, Dodi juga menjalankan usaha sebagai agen Koperumnas sekaligus menyicil rumah di Koperumnas.

“Awalnya saya mengenal Koperumnas itu tidak sengaja mendengar perbincangan seseorang mengenai Koperumnas yang katanya tanpa riba. Karena penasaran, saya coba searching di mbah Google. Alhasil, ketemu. Loh, tapi kok munculnya “Koperumnas Penipuan”. Itu yang saya searching pertama kali berada di urutan kedua dari baris pencarian mbah Google. Saya sempat berfikir kok ada ya orang yang mencari penghasilan keuntungan dengan berkedok agama apalagi sampai menipu,” ungkapnya.

Kemudian, sambung Dodi, karena makin penasaran dirinya mencoba contact person nomor dari situs resminya untuk mengklarifikasi hal tersebut. “Setelah saya coba hubungi, Koperumnas mengadakan acara gathering di suatu hotel di Jakarta. Saya pikir kalau penipuan kok berani adakan acara semacam ini. Karena tanda tanya yang semakin besar, saya coba ikut gathering tersebut setelah mendengarkan pemaparan dari Koperumnas. Luarrrr biasa. Konsepnya sistem baru, yang Insya Allah berkah. Tanpa basa-basi saya coba bergabung bersama Koperumnas,” bebernya.

Menurut Dodi, anggota Koperumnas maupun agen property Koperumnas bisa belajar sama-sama berjuang memberantas riba di bidang property. (cep)