strong>Hallobogor.com, Bogor – Sebanyak 19 Kepala Desa (Kades) dan Lurah serta Camat se-Kecamatan Praya dan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), berkunjung ke Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, dan Desa Sukamanah, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Selasa (9/5/2017). Mereka belajar mengenai pemerintahan desa hingga pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dari kedua desa.

Di Desa Tugu Utara, rombongan Kades asal Pulau Seribu Masjid itu mendapat pemaparan dari Kades Tugu Utara, Asep Ma’mun Nawawi tentang BUMDes Barokah yang mengelola sejumlah unit usaha. Di antaranya, mengelola potensi wisata bekerjasama dengan Perhutani, pengelolaan air bersih hingga memproduksi air dalam kemasan, serta peternakan domba dan pengembangan kopi Lao yang merupakan kopi terbaik di dunia.

“Untuk permodalan BUMDes kami dapat hibah dari Pemprov Rp1 miliar. Selain itu ada alokasi penyertaan modal dari Dana Desa. Sebagian hasil usaha BUMDes disetor menjadi Pendapatan Asli Desa. Semua pengelolaan dan kebijakan sudah berdasarkan payung hukum Perda, Perdes, maupun Perbup,” ungkap Asep Ma’mun Nawawi. Sekadar informasi, Desa Tugu Utara pernah meraih menjadi desa teladan dan sadar hukum tingkat provinsi 2014.

Di Desa Sukamanah, belasan Kades asal Praya dan Praya Tengah Lombok Tengah itu juga mendapatkan banyak ilmu tentang tata kelola Pemdes serta pengelolaan potensi desa melalui BUMDes. Terlebih BUMDes Desa Sukamanah adalah terbaik di tingkat nasional.

Kades Sukamanah, Ismail, memaparkan, BUMDes di desanya memiliki tiga unit usaha. Yakni pasar desa, simpan pinjam, dan unit BPS-AB atau Badan Pengelola Sarana Air Bersih.

Pasar desa saat ini memiliki 107 unit kios, 40 unit di antaranya dibantu oleh Pemkab Bogor melalui program revitalisasi pasar desa. “Ke depan akan kami tingkatkan jadi 300 kios. Sedangkan pendapatan bagi desa, satu hari per pedagang membayar Rp1.000, Rp500 untuk ojek, dan Rp1.000 angkot,” ujar Ismail.

Sedangkan untuk BPS-AB, dikelola layaknya PDAM menggunakan meteran. “Warga yang sudah menjadi pelanggan sebanyak 561 keluarga atau 3.000 jiwa. Sedangkan harga per meter kubiknya Rp1.500 jauh lebih murah dibanding PDAM. Debit airnya 1,5 liter/detik dan kami ingin tingkatkan menjadi 3 liter/detik,” katanya.

Sementara untuk unit simpan pinjam, warga yang meminjam modal hanya dikenakan biaya jasa Rp110.000. “Program simpan pinjam ini salah satunya membantu permodalan warga dan menekan rentenir,” imbuhnya.

Usai kunjungan, Camat Praya, H. Ridwan Ma’ruf, mengaku sangat terkesan dengan pemaparan Kades Tugu Utara dan Kades Sukamanah mengenai program-program yang diterapkan dalam membangun desanya sesuai dengan potensi yang dimiliki.

“Banyak yang bisa ditiru dan diadopsi oleh kami dan akan diterapkan di Lombok Tengah. Di daerah kami BUMDes sebetulnya sudah terbentuk tapi action yang belum ada. Kesadaran masyarakatnya juga masih kurang,” ungkapnya.

H. Ridwan Ma’ruf juga mengatakan, pihaknya maupun para Kades sangat tertarik dengan program insentif untuk RT RW, dan lembaga desa, bidan, PKK, kader, guru ngaji seperti yang diterapkan di Tugu Utara maupun di Sukamanah. “Semuanya menambah motivasi kami,” ucapnya. (cep)