Hallobogor.com, Cibinong – Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor kembali menjaring belasan perempuan malam dalam sebuah operasi pada Minggu (27/3/2016) dini hari.

Petugas mengamankan tujuh perempuan yang diduga Pekerja Seks Komersil (PSK) dan 8 orang pemandu lagu.Ketujuh PSK itu sendiri diamankan aparat penegak Peraturan Daerah (Perda) ketika sedang mangkal di kawasan Setu Cikaret, Kecamatan Cibinong. Sementara untuk pemandu lagu, seluruhnya dijaring aparat dari Hotel Pinus di Kecamatan Kemang.Kabid Pengendalian Operasi Satpol PP Kabupaten Bogor, Asnan, mengatakan, penertiban memang kerap dilakukan oleh instansinya.

“Sesuai dengan instruksi dari Bupati Bogor, agar wilayah Kabupaten Bogor bersih dari maksiat, maka kami terus melakukan pengawasan dan penertiban terhadap PSK dan juga tempat hiburan malam (THM) yang belum memiliki izin serta menyediakan pemandu lagu,” katanya kepada Halloapakabar.com.

Menurut dia, berdasarkan Perda Pariwisata setiap THM rumah bernyanyi tidak diperbolehkan menyediakan perempuan pemandu lagu. “Setiap arena bernyanyi itu dilarang menyediakan PL. Kalau setelah kita berikan teguran, mereka masih membandel, kami tidak akan segan-segan memberikan sanksi bahkan mungkin penyegelan,” tegas Asnan.

Namun begitu, dirinya masih merasa kecewa karena operasi penertiban yang dilaksanakan jajarannya diduga ada yang membocorkan. Hal itu terlihat dari tutupnya beberapa THM dan kafe remang-remang yang tutup ketika disambangi oleh Satpol PP.

“Kami rasa operasi kami ini sudah bocor terlebih dahulu, makanya banyak THM dan kafe remang-remang banyak yang tutup. Dan kami hanya berhasil menjaring 15 orang saja,” pungkasnya.

Selain menjaring 15 perempuan malam, Satpol PP juga melakukan penyegelan terhadap area klub dan dangdut di Transit P’Arunk, serta room karaoke di Hotel Pinus. Kedua tempat iti disegel aparat, karena tidak mengantongi izin dan menyalahi peruntukan. (yad)