Hallobogor.com, Bogor – Sebuah proyek pembangunan bakal Hotel Savero di Jalan Raya Pajajaran, Kota Bogor, belum memiliki perizinan lengkap. Demikian seperti dibenarkan Camat Bogor Tengah, Agustiansyah.

Agustiansyah belum lama ini membenarkan jika lokasi itu akan dibangun hotel yang pemiliknya sama dengan Hotel Grand Savero Bogor. Ia membenarkan pula ada kegiatan cut and fill yang dilakukan meski belum mengantongi IMB.

“Namun, semua aktivitas pembangunan ini sudah berhenti dan akan dilanjutkan kembali setelah mengantongi IMB (izin mendirikan bangunan). Saya sudah berkomunikasi dengan ownernya soal pembangunan tersebut. Intinya, selama belum ada IMB, maka tidak boleh ada pembangunan,” tegas Agustiansyah.

Meski ranah pengawasan ada di dinas terkait, namun menurut Agustiansyah pihaknya juga melakukan pengawasan sehingga jika ada kegiatan dan tak memiliki IMB akan langsung ditindaklanjuti oleh dinas terkait.

Terpisah, Kepala DPMPTSP Kota Bogor, Denny Mulyadi, membenarkan pula jika Hotel Savero kedua yang baru akan dibangun itu belum memiliki IMB. “Jika tak salah, mereka baru mengajukan perizinannya ke DPMPTSP. Masih diproses dan belum keluar IMB-nya,” kata Denny.

Ketua Komisi I DPRD Kota Bogor, Ahmad Aswandi, menegaskan, Kota Bogor bukan anti terhadap investasi serta investor. “Namun, sudah menjadi kebiasaan jika pengusaha melakukan pembangunan terlebih dahulu, lalu izin diurus belakangan. Nah, sikap yang beginilah sangat disayangkan, karena tak mengikuti aturan main yang ada di kota ini. Untung saja yang di Bogor Tengah ini segera terdeteksi. Namun, tetap aparat penegak perda (Satpol PP) harus melakukan pengecekan rutin ke lokasi, karena dikuatirkan pembangunan dilakukan secara diam-diam,” pesan politisi muda dari PPP ini. (dns)