Hallobogor.com, Cibinong – Di Ruang Rapat Pendopo Cibinong berlangsung silaturrahim dan audiensi BEM se-Bogor Raya bersama Bupati Bogor Nurhayati. Pertemuan tersebut berlangsung dengan ragam polemik permasalahan yang dihadapi kabupaten Bogor saat ini.

Salah satu bahasan penting dalam pertemuan ini yaitu menggali ketegasan bupati terkait masalah kekosongan wakil bupati yang berlarut-larut.

Koordinator BEM se-Bogor Raya, Nur Arif Rohman yang juga Menteri Kebijakan Daerah BEM KM IPB 2015 menyatakan bahwa pertemuan kali ini adalah bentuk silaturrahim dalam pengawasan mahasiswa Bogor Raya terhadap polemik yang dihadapi kabupaten Bogor, salah satunya yaitu masalah wakil bupati yang berlarut-larut.

“Kami menanyakan dan menegaskan kepada bupati untuk mendorong secepatnya dilaksanakan pengangkatan wakil bupati, karena dari DPRD pun telah menyelesaikan tatib pemilihan wakil bupati,” kata Nur Arif Rohman. Sementara sampai sejauh ini belum adanya sosialisasi tentang tatib pemilihan wakil bupati tersebut.

Dijelaskan oleh Bupati Nurhayati, bahwa kekosongan wakil bupati diatur dalam undang-undang. UU no. 1 tahun 2015. “Kewenangan untuk memilih kekosongan wakil bupati itu dari bupati menyerahkan kepada mendagri melalui gubernur untuk mendapat pengesahan”, katanya.

Tapi dalam perjalanan, UU itu berubah menjadi UU no. 8 tahun 2015 yg menyatakan kewenangan mengisi kekosongan wakil bupati adalah kewenangan partai koalisi pendukung yang mengusung kedua calon bupati dan wakil bupati pada saat pemilihan.

Dalam hal ini, ada 10 partai koalisi pengusung dan hanya beberapa partai yg hanya mendukung. Artinya disini partai koalisi memberi calon wakil bupati kepada bupati, lalu bupati memverifikasi kemudian menyerahkan kepada DPRD.

Ditambahkan oleh Nurhayati bahwa tatib pemilihan wakil bupati sudah mendapat pengesahan dari gubernur dan semoga dalam waktu dekat dewan akan mengundang untuk sosialisasi, namun sampai sekarang belum ada undangan tersebut. Jika sudah diundangkan, mekanisme sudah jelas, mungkin nanti yang bergerak lebih dahulu adalah partai koalisi pengusung.

“Tapi jika pada forum-forum resmi mungkin saya akan berbicara pada partai koalisi agar segera mengajukan calon-calon. Lebih cepat lebih baik, walau saat ini sudah ada bantuan dari sekda, seluruh skpd untuk menjalankan program kerja dibawah pimpinan saya,” kata Bupati

Selain itu BEM se-Bogor Raya juga menanyakan terkait dampak yang ditimbulkannya baik dari bidang pendidikan, ekonomi, sosial, lalu lintas, dan infrastruktur yang ada di kabupaten Bogor. (bem)