Hallobogor.com, Caringin – Bencana alam longsor mulai melanda kawasan selatan Kabupaten Bogor. Sejak musim hujan terjadi, hampir setiap minggu terjadi longsor di setiap desa.

Pada Kamis malam (26/11/2015) sekira pukul 19.30 wib, longsor di tebing Jalan Kampung Leuweung Larangan, Desa Pancawati, tepat di sekitar pabrik AMDK Pristine. Longsoran tanah menutup akses jalan tembus ke Tapos, Ciawi, sehingga kendaraan tak bisa melintas.

“Setelah warga melaporkan kejadian, kami laporkan juga ke UPT Teknik Jalan dan Jembatan Wilayah Ciawi. Dibantu warga, petugas dari UPT melakukan evakuasi hingga pukul 04.00 wib subuh,” kata Sekretaris Desa (Sekdes) Pancawati, M. Hasan (Johan). Demikianm seperti dikutip Halloapakabar.com.



Hal senada dibenarkan oleh pengawas dari UPT TTJ Wilayah Ciawi, Maman Daud. “Kami turun melakukan evakuasi menggunakan alat berat. Evakuasi juga dibantu warga,” ujarnya.

Sementara itu, longsor juga terjadi di Desa Cimande. Infrastruktur jembatan di Kampung Tarikolot RT 11/05 ambrol cukup besar. Kondisi jembatan masih bisa dilalui kendaraan roda dua karena masih tersisa 1,5 meter.

Warga Kampung Babakan dan Tarikolot sekitar 3.000 jiwa yang biasa melintasi jalur tersebut berharap Pemerintah Kabupaten Bogor segera melakukan penanganan. “Warga disini sangat repot dengan keadaan ini, masalahnya saya setiap hari harus ke pasar bawa sayuran, dan pasti lewat sini. Kalau keadaannya seperti ini bisa terganggu, mobil sulit lewat,” kata warga setempat, Ujang.

Kepala Desa Cimande, Sudarjat, mengaku sudah meninjau lokasi. “Saat kejadian saya belum bisa berbuat banyak, baru sebatas kerja bakti bersama warga. Karena itu membutuhkan dana yang cukup banyak, sementara ini kan akhir tahun, sudah tutup anggaran. Tapi saya sudah laporan kepada pihak kecamatan, bahkan sudah saya sampaikan kedewan, sampai saat ini saya masih menunggu jawaban,” ungkapnya. (cep/wan)