Hallobogor.com, Bogor – Direktur Umum (Dirum) Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ) Kota Bogor, Deni S Harumantaka, mangkir dari panggilan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor dengan alasan sakit.

Kejari kota Bogor memanggil Deni sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi penggunaan anggaran PD PPJ sebesar Rp15 miliar yang dideposito di Bank Muamalat dan asuransi dana pensiun direksi di Bringin Life pada tahun 2015.

“Yang bersangkutan sakit, jadi tidak bisa hadir. Surat keterangan sakitnya ada dari dokter rumah sakit Bogor Medical Center (BMC),” ungkap Kasi Intelejen Kejari Kota Bogor Widiyanto Nugroho, Rabu (29/08/2018).

Widiyanto mengatakan, Kejari akan kembali memanggil Dirum PD PPJ itu. “Kami panggil ulang nanti, dijadwalkan pada Senin tanggal 03-09-2018,” lanjutnya.

Ia menegaskan, bahwa Kejari Kota Bogor akan secara marathon melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi untuk mengetahui ikhwal dari perkara tersebut. “Pemeriksaan saksi masih jalan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Usaha dan Jasa PD PPJ, Iwan Suwandi mengaku tidak tahu menahu terkait adanya kebijakan deposito tersebut.

“Saya tak tahu menahu. Baru tahunya saat ramai diberitakan media,” ungkap Mantan Kepala Bagian Hukum PD PPJ.

Iwan juga mengaku, bahwa hingga saat ini belum ada penunjukan pengacara terkait perkara tersebut. “Biasanya kalau atas nama lembaga, saya yang jadi kuasa hukum. Tapi sampai sekarang belum ada penunjukan. Sepertinya akan menunjuk dari luar. Tapi pasti PD PPJ pakai lawyer,” tambahnya.

Iwan juga mengatakan, bahwa Dirum PD PPJ, Deni S Harumantaka tidak berkantor. “Saya dengar beliau sakit, jadi nggak masuk kantor. Kalau kemarin sih ada,” tuturnya.

Sebelumnya, Kejari Kota Bogor kembali melakukan pemeriksaan terhadap dua orang pejabat PD PPJ pada Senin (27/8/2018). (dns)