Hallobogor.com, Bogor – Pembangunan fasilitas umum (Fasum) milik warga yakni 1Jembatan Darusalam di RW01, Kelurahan Cilendek Barat, Kecamatan Bogor Barat dikeluhkan oleh warga sekitar dan LPM setempat.

Pasalnya, setelah jembatan awal dibongkar, maka pelaksana pembangunan jembatan yang diketahui dikerjakan  CV Nurul Ikhwan tersebut, tidak langsung melakukan pengerjaan dan terkesan dibiarkan begitu saja.

Bahkan, beberapa waktu lalu sejumlah seng yang menutup lokasi pembangunan saat hujan angin berterbangan dan membahayakan warga sekitar.



“Saya menerima beberapa komplain dari warga jika sejak jembatan itu dibongkar. Maka, pelaksana tidak segera melakukan pembangunan. Warga pun harus memutar jauh untuk mencapai akses yang akan dituju,” tegas Ketua LPM Cilendek Barat, H Suparman, kepada wartawan, kemarin.

Dari papan informasi yang terpasang, diketahui jika proyek tersebut keluar dari Dinas PUPR Kota Bogor dengan nilai Rp278 juta lebih. Adapun SPK keluar pada 20 September lalu, dengan target pengerjaan 100 hari kerja.

“Kalau didiamkan seperti ini. Apakah akan dapat terkejar target selesainya. Kalau mepet juga, dikhawatirkan dikerjakan asal-asalan dan gampang rubuh,” kata Suparman.

Diharapkannya, pemborong bisa segera melaksanakan pembangunan sehingga warga dapat segera menggunakan fasilitas umum penyambung dua wilayah tersebut, pungkasnya. (ban)