Hallobogor.com, Caringin – Kurang lebih 10 bulan lagi warga Kabupaten Bogor akan menentukan nasibnya melalui perhelatan demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 27 Juni 2018 untuk memilih bupati dan wakilnya. 

Menyikapi banyaknya kandidat bupati Bogor, Anggota Komisi IV DPR RI bidang pertanian, pangan, perkebunan, kehutanan, dan kelautan, Ichsan Firdaus, berpesan kepada masyarakat agar warga pemilih cerdas dalam menentukan pilihan calon bupati serta memberikan kesempatan kepada semua calon secara sehat.

Ichsan Firdaus berpendapat, dari sekian kandidat calon bupati Ade Ruhandi alias Jaro Ade adalah yang paling tepat untuk memimpin Kabupaten Bogor periode 2018-2023. 

Wakil rakyat dari Dapil Jabar V Kabupaten Bogor ini pun menyodorkan argumentasinya. “Saya sudah menganalisa, dari sekian banyak calon bupati Bogor hanya Jaro Ade yang merupakan asli putra daerah dan benar-benar meniti karir dari bawah. Jaro Ade berpengalaman dalam segala hal. Karir politiknya juga dicapai bertahap hingga bisa menjadi Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bogor,” katanya, saat reses dan bersilaturahmi dengan petani dan masyarakat di Desa Pancawati, Kecamatan Caringin, Senin (7/8/2017).

Dikemukakannya, Jaro Ade pernah menjadi ketua pemuda dan cukup disegani. “Jaro Ade pernah jadi Kepala Desa Cileuksa dua periode. Kemudian menjadi anggota dewan, pernah merasakan jadi Wakil Ketua DPRD, hingga Ketua DPRD Kabupaten Bogor. Nah, sekarang mencalonkan diri jadi Bupati Bogor, maka berikanlah kesempatan,” kata Ichsan Firdaus.

Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar ini menjelaskan, sebagai orang yang betul-betul meniti karir dari bawah Jaro Ade sudah kenyang dengan pengalaman memimpin masyarakat lengkap dengan berbagai persoalan, suka duka, dan berbagai kendalanya. 

“Kalau bertanya tentang persoalan masyarakat di desa, masyarakat arus bawah, Jaro Ade sudah lebih paham. Bogor hari ini butuh orang-orang yang meniti karir dari bawah. Kepemimpinan karir itu penting. Di Bogor belum ada yang seperti Jaro Ade,” tegasnya.

Ichsan menandaskan, berdasarkan pengalaman dan karirnya, Jaro Ade adalah simbol harkat warga desa. “Dalam sejarah di Kabupaten Bogor belum ada Kepala Desa yang jadi Bupati Bogor. Maka sekarang saatnya. Jaro Ade adalah simbol harkat warga desa. Jadi, kemenangan Jaro Ade dalam Pilkada adalah kemenangan Kades dan warga desa. Dan saya secara pribadi sangat bersyukur dari 430 Kades sudah sekitar 200-an Kades yang mendukung Jaro Ade. Mudah-mudahan bertambah terus,” paparnya.

Apabila misalnya nanti ketika Jaro Ade duduk menjadi Bupati Bogor dan melakukan kesalahan, kata Ichsan, masyarakat Desa berhak menggugatnya.

Lebih lanjut dikatakannya, saat ini Kabupaten Bogor membutuhkan figur bupati yang memahami wilayah. “Karena bupati itu adalah manajer wilayah. Contohnya begini, kami saat ini sudah memperjuangkan di pusat Rp.15 miliar bidang pertanian untuk Kabupaten Bogor. Tapi sayang bupatinya masih gagap,” imbuhnya.(cep)