Hallobogor.com, Bogor – Sebagai bagian dari organisasi Southeast Asian Minister of Education Organization (SEAMEO) yang saat ini berjumlah 24 Centre, SEAMEO BIOTROP (Regional Centre for Tropical Biology) telah berperan aktif dalam memajukan bangsa Asia Tenggara. Khususnya Indonesia dalam bidang penelitian, pembangunan kapasitas SDM, diseminasi informasi, dan pengembangan masyarakat sejak berdiri tahun 1968. 

Dalam rencana pembangunan lima tahunan yang ke-10 (2017/2018-2021/2022), SEAMEO BIOTROP memiliki visi “Pusat terdepan dalam memperkaya dan mempromosikan nilai nyata biologi tropis di Asia Tenggara”.

Direktur SEAMEO BIOTROP, Dr. Irdika Mansur, mengatakan, tahun ini SEAMEO BIOTROP memasuki Program Pengembangan Lima Tahunan yang ke-10, dengan tetap fokus pada biologi tropika, memformulasikan program ke dalam 3 thrust, yaitu pengelolaan ekosistem terdegradasi (tambang), ekosistem budidaya, dan ekosistem unik (kawasan konservasi) melalui penelitian, pelatihan, dan publikasi. 

“Yang membedakan dengan pengembangan program-program sebelumnya, dalam program pengembangan lima tahunan ke-10 ini adalah bahwa SEAMEO BIOTROP mentransfer ilmu pengetahuan dan teknologi ke sekolah-sekolah,” katanya dalam acara peluncuran Program Pembangunan Kebun Buah Tanpa Musim untuk Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Indonesia, di SEAMEO BIOTROP, Tajur, Kota Bogor, Senin (26/2/2018).

Pada acara ini, SEAMEO BIOTROP juga melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan empat institusi dan perusahaan yaitu Universitas Gunadarma. Politeknik Pertanian Pangkajene Kepulauan, PT Garudafood Putra Putri Jaya, dan Masyarakat Ahli Penginderaan Jauh Indonesia (MAPIN). 

Selain itu, sebagai salah satu bentuk penghormatan SEAMEO BIOTROP kepada para direktur terdahulu, Dr Irdika Mansur mempersembahkan Penganugerahan Capaian Prestasi yang diberikan kepada Direktur SEAMEO BIOTROP periode tahun 1968-2014 dalam kegiatan pembukaan ini.

Lima sesi kegiatan gelar wicara (talk show) pun diselenggarakan pada tanggal 26-28 Februari 2018 sebagai sarana bagi SEAMEO BIOTROP untuk berbagi ilmu kepada masyarakat. Ada lima tema yang diangkat dalam setiap sesinya, yaitu ‘Empowering Schools and Communities for Food Security and Healthy Living’, ‘Upaya Mengembalikan Lahan Pasca Tambang Menjadi Lahan Produktif dan Peluang Kerja Sama Penelitian dengan Perguruan Tinggi dan Lembaga Penelitian’, ‘Potensi Pengembangan Tanaman dan Produk Atsiri di Indonesia’, dan ‘Produksi Bibit Berkualitas untuk Meningkatkan Kedaulatan Pangan’. 

Gelar wicara ini dibarengi dengan kegiatan pameran dan bazar yang diikuti lebih dari 30 perusahaan, institusi, sekolah binaan dan desa binaan di seluruh Indonesia; serta kegiatan Open House ke berbagai fasilitas SEAMEO BIOTROP, yaitu Laboratorium Bioteknologi, Remote Sensing, Akuatik, Hidroponik, Herbatium, Entomologi, Kultur Jaringan, Air dan Udara, Fitopatologi dan Natural Product, serta Unit Budidaya Jamur dan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL)

Kegiatan lain untuk lebih memeriahkan perayaan ulang tahun k-50 tersebut, SEAMEO BIOTROP akan menyelenggarakan serangkaian kegiatan lainnya, yaitu Agri-based Production Webinar series pada tanggal 27 Februari 22 Maret 2018, Penanaman 1.000 Pohon dan 50 Species pada tanggal 1 Maret 2018, Walk for the Environment pada tanggal 22 Marat 2018, Inter-SEAMEO Centre Badminton Tournament pada tanggal 12-13 April 2018, Environmental Camp and Mapping Competition for Students pada tanggal 20-21 April 2018 dan 3rd International Conference on Tropical Biology pada tanggal 27-28 September 2018. (cep)