Hallobogor.com, Bogor – Sekretariat Relawan Bogoh Ka Bogor di Jalan Kaktus III Perumahan Taman Cimanggu, Kelurahan Kedung Waringin, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, membuka Imah Edukatif. Imah Edukatif ini dilaunching oleh Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, belum lama ini.

Imah Edukatif ini akan menjadi wadah belajar nonformal bagi masyarakat sekitar. Di Imah Edukatif ini sudah disiapkan berbagai program bermanfaat.

Ketua Umum Relawan Bogor Ka Bogor, Almi Farisza, mengatakan, melalui launching yang pertama untuk menyampaikan izin menempati sekretariat dan beraktivitas di wilayah tersebut. Kedua sebagai wujud rasa syukur karena kini Relawan Bogoh Ka Bogor memiliki sekretariat dan diisi kegiatan pengajian agar selama beraktivitas diberikan kelancaran dan keberkahan serta memberi manfaat bagi masyarakat.

“Imah edukatif ini akan memiliki banyak program yang bermanfaat bagi masyarakat, terutama masyarakat sekitar, mulai dari les bahasa Inggris gratis bagi anak usia sekolah, tempat pengajian anak di waktu ba’da Maghrib sampai Isya, pelatihan sablon dan desain grafis bagi pemuda dan banyak lagi yang lainnya sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Almi Farisza.

Dalam waktu dekat, lanjut Almi, akan dilaksanakan les bahasa Inggris gratis dengan metode belajar sambil bermain dan kegiatan ini mendapat support dari PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. “Kegiatan ini akan dijalankan seminggu dua kali di mana pesertanya adalah anak usia Sekolah Dasar. Materi yang diajarkan yakni, mengenalkan bahasa Inggris dari kosa kata kehidupan sehari-hari, seperti nama buah-buahan, angka, abjad, warna, alat transportasi, hewan, tumbuhan, anggota badan, tempat umum dan lain sebagainya, lalu juga menggambar dan mewarnai dari objek-objek yang diajarkan,” ujarnya.

Dalam kurun dua bulan sekali peserta didik diajak observasi, di antaranya keliling Bogor dengan bus Uncal untuk mengamati kemacetan di Kota Bogor, eksplorasi Museum, Kebun Raya Bogor (KRB) dan tempat bersejarah, observasi tempat pengolahan air PDAM dan lain sebagainya.

“Sehingga mereka kami ajak berpikir kritis untuk melihat keadaan sekitar, selain itu juga tidak hanya belajar di dalam ruangan, mereka juga akan kami ajak belajar di alam terbuka seperti pinggir sungai dan taman untuk memperhatikan keadaan sekitar agar peduli terhadap lingkungan,” tandas Almi. (dns)