Hallobogor.com, Bogor – Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, meresmikan tiga tempat ibadah yang terdiri dari dua masjid dan satu gereja, Minggu (11/2/2018). Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini ingin memastikan kepada warga Kota Bogor, apapun latar belakang agama dan kehidupan sosialnya, mereka tetap memiliki hak yang sama di kota hujan.

Aktivitas pertama diawali dengan peresmian gedung Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) di Jalan Paledang, Bogor Tengah, Kota Bogor. Bima Arya didampingi Camat Bogor Tengah Agustiansyach.

Pimpinan Jemaat HKBP Bogor, Pendeta Gilbert Eka Asta Situmorang, mengucapkan rasa terimakasihnya atas nama jemaat HKBP telah diberikan izin membangun dan diresmikan langsung oleh wali kota.

“Kami tidak dipersulit Pemkot Bogor dalam hal perizinan, karena syarat mendirikan tempat ibadah sudah dipenuhi dan tidak ditemukan adanya kendala yang berarti. Intinya semua persyaratan harus dipenuhi,” ungkap Gilbert.

Ia menambahkan, dengan dikeluarkannya izin mendirikan tempat ibadah ini menunjukkan bahwa Kota Bogor amanah terhadap Kebhinekaan. “Kami mengapresiasi bapak wali kota kita. Beliau sangat toleransi kepada umat bergama di sini. Perhatian beliau terhadap umat-umat agama lain juga bagus. Beliau tidak menutup diri dengan agama atau suku lain yang diakui oleh undang-undang,” jelasnya.

Pendeta Gilbert juga mengajak para jemaatnya untuk menjaga kondusifitas mengingat dalam waktu dekat Kota Bogor akan dihadapkan dengan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018.

“Gereja dan jemaat memiliki tanggung jawab untuk mewujudkan keadilan, melindungi dan memelihara kehidupan umat. Jemaat harus berperan aktif untuk menjaga kekondusifan. Sebelum, selama, dan setelah pelaksanaan, agar hajatan besar ini berlangsung damai, suka cita dan berkeadilan,” terang dia.

Terakhir, Pendeta Gilbert juga menyampaikan agar Jemaat HKBP untuk menghindari segala tindakan atau ungkapan provokatif yang menyebabkan kegelisahan, kegaduhan, dan kekacauan.

“Saya imbau untuk seluruh jemaat menjaga kedamaian dan keharmonisan, baik sesama jemaat maupun umat dari agama lain. Jangan mau dipecah belah oleh berita-berita hoax yang belum jelas sumber dan kebenarannya,” pungkas dia.

Sementara itu, Wali Kota Bogor, Bima Arya, dalam sambutannya di hadapan jemaat HKBP Paledang, menyatakan bahwa Pemkot Bogor terus berupaya membangun kota dengan menegakkan paham pluralisme tersebut berdasar pada Pancasila dan peraturan yang berlaku.

“Terima kasih kepada pengurus HKBP karena sudah bersedia memenuhi aturan secara teknis dan administrasi. Sepanjang sesuai aturan pastinya tidak akan dipersulit,” ungkap Bima.

Pemkot Bogor, lanjut Bima, wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh warganya dengan semangat menegakkan Pancasila dan menguatkan toleransi antarsuku, ras, dan agama di Kota Bogor. 

“Mari sama-sama menuntaskan tugas di bumi ini dengan memberikan kebaikan dan mencegah kejahatan. Kota ini harus diisi dan dipenuhi orang-orang yang saling mengasihi, memberikan semangat. Apapun agenda yang terjadi tidak akan mengusik kebersamaan yang sudah dijaga selama ini. Sejarah mencatat HKBP selama 85 tahun bukan hanya bisa berdiri tapi semakin kokoh dari masa ke masa. Tidak mungkin kokoh kalau jamaahnya tidak semakin solid dan terus berusaha maksimal,” jelasnya.

Resmikan Dua Masjid

Selain meresmikan gereja, Bima Arya hari ini juga meresmikan dua bangunan masjid di titik berbeda. Pertama, Masjid Maryam Syarif Hidayatullah dan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Tahfidz di Kelurahan Kedung Waringin, Tanah Sareal. Dan di waktu berbeda, Bima Arya juga meresmikan Masjid Al-Hidayah di Komplek Kedung Badak Baru, Kota Bogor.

Ketua DKM Masjid Al Hidayah, H. Walim Herwandi, mengucapkan rasa terimakasihnya kepada Pemkot Bogor karena atas dukungan dan kontribusinya, masjid yang dibangun selama 1 tahun 22 hari itu bisa rampung.

“Alhamdulillah jamaah masjid jadi tambah ramai. Banyak warga yang mengisi kegiatan-kegiatan positif di sini. Terimakasih pak walikota,” ungkap ketua Walim dalam sambutannya.

Di masjid yang mampu menampung hingga 600 jamaah itu, kata Walim, juga dilengkapi fasilatas penunjang, yakni ruang bermain anak dan ruang terbuka hujau. “Sehingga anak-anak sudah terbiasa di masjid sejak dini,” terangnya.

Sementara itu, Bima Arya berharap dengan berdirinya bangunan masjid baru ini, para pengurus DKM Al Hidayah dan warga sekitar selalu mengisi waktunya untuk beribadah dengan melakukan Syiar Islam melalui berbagai kegiatan keagamaan seperti pengajian rutin, ceramah atau pengajian kepemudaan.

“Dan yang paling penting, jangan sampai pembangunan itu hanya fisik atau infrastrukrurnya saja. Kalau tidak ada yang merawat dan menjaga, buat apa? Pembangunan juga harus dibarengi dengan pembangunan akhlak dan karakter. Dan di masjid inilah warga bisa berkegiatan dan membangun akhlak dan karakter,” tandasnya. (cep)