Hallobogor.com, Bogor – Di sela kesibukan barunya berkampanye, pasangan calon (paslon) Wali Kota Bogor Bima Arya-Dedi A Rachim (Badra) meluangkan waktunya untuk kumpul bareng insan media. Lewat acara ‘ngopi bareng’, paslon Badra saling bertukar pikiran dengan sejumlah awak media. 

Diskusi berlangsung hangat ini juga jadi ajang untuk mengenalkan Saung Badra sebagai posko pemenangan pasangan nomor urut tiga ini. Berbagai topik dibahas, termasuk soal pengalaman Calon Wali Kota Bogor Bima Arya menjadi kepala daerah.

Bagi wartawan, ini merupakan kesempatan baik untuk mengorek keterangan dari Bima. Sekalipun hal yang bersifat personal. Di antara rekan jurnalis yang hadir bahkan mencoba mengetes kejujuran Bima soal penghasilan pribadinya.



Siapa sangka, kalau selama ini Bima menggadaikan SK-nya selama lima tahun demi merenovasi rumahnya yang berada di Pendopo VI, Komplek Baranangsiang Indah, Kecamatan Bogor Timur. Ini terpaksa dilakukan setelah ia cuti dari jabatan Wali Kota Bogor dan memilih tinggal di rumah pribadinya, yang selama lima tahun tak terurus bahkan nyaris ambruk.

“Sampai lima tahun, untuk memperbaiki pendopo (rumah). Mau dari mana, (gaji) ga cukup,” ucap Bima.

Menurutnya, gaji yang diterima memang ada tiga kategori. Mulai dari gaji pokok Rp6,1 juta per bulan, pembagian upah pungut per tiga bulan sekali sebesar Rp70-80 juta, serta surat perintah jalan (SPJ). Akan tetapi, gaji itu pun belum bisa memenuhi perbaikan bangunan kediamannya. “Berlebih tidak, sehingga ya tetap harus pinjam,” aku suami Yane Ardian ini tanpa malu-malu.

Bima juga mengaku sedih jika ada tuduhan yang dialamatkannya mengenai persoalan uang. Menurutnya, masyarakat bisa melihat kehidupan pribadinya saat ini. “Bisa dilihat dari kehidupan saya seperti apa. Mobil aja saya jual tahun lalu. Kalau pun masih tidak percaya, saya melaporkan harta saya ke KPK dan itu bisa dilihat,” kata Bima.

Tak hanya sharing soal perjalanan Bima memimpin, ayah dua anak ini juga memperkenalkan calon wakilnya Dedie A Rachim yang berlatar belakangan dari kalangan profesional. Yakni eks pejabat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Saya berterimakasih karena rekan-rekan media sudah hadir. Ini sekaligus untuk mengenalkan pendamping dan posko pemenangan,” tandasnya. (cep)