Hallobogor.com, Bogor – Bima Arya dan Dedie Rachim membuat terobosan baru dalam kampanye Pilwalkot Bogor 2018. Pasangan Calon Walikota-Wakil Walikota Bogor nomor urut 3 ini menjalani gerilya selama 3 hari nonstop menyapa warga di 30 titik dengan 30 kilometer berjalan kaki untuk kemenangan nomor 3.

Gerilya nonstop dimulai di wilayah Bogor Selatan, Minggu (13/5/2018). Bima Arya memulai dengan menyapa warga Harjasari. Di sana, Bima sempat melayat pensiunan Brimob Zulkifli bin Bakrie yang meninggal dunia karena sakit di Kampung Lebak RT 4/5.

Kemudian perjalanan dilanjutkan ke Kampung Balubur, Bima Arya diajak peternak untuk memerah susu sapi. Bahkan, warga juga menyuguhkan susu segar yang baru diolah. “Biar sehat dan kuat pak kampanyenya. Sehari di sini bisa produksi 200 liter susu segar. Salah satunya kami pasarkan ke Cimory juga melalui koperasi,” kata salah satu pengelola peternakan sapi.

Di Kampung Buntar, Muarasari, Bima juga menyempatkan melakukan panen singkong bersama sejumlah petani yang merupakan warga setempat. Singkong tersebut biasa dijual ke kawasan Cisarua untuk selanjutnya dijadikan oleh-oleh tape.

Bima kemudian mengunjungi UMKM unggulan di wilayah tersebut yang memanfaatkan buah pala sebagai bahan bakunya dengan brand Mysari.

“Kenapa pala? Karena di wilayah ini masih banyak pohon pala. Ada 20 orang yang terlibat dalam kelompok binatani ini. Sejauh ini peran pemerintah sangat membantu, seperti fasilitas sertifikasi halal, pelatihan. Ke depannya kami berharap ada pengembangan bagi industri ini. Kang Bima sih selalu beli ini untuk dibawa ke daerah lain untuk oleh-oleh,” ungkap Nur Hasanah, Ketua Kelompok Binatani.

Di kilometer ke-5 Bima Arya tiba di Kelurahan Dekeng. Di sana warga RW 9 menyambutnya dengan hangat. Kesenian tradisional Sunda pun ikut memeriahkan kegaiatan.

Di sini, Bima juga menyampaikan 3 program prioritasnya. “Selama 4 tahun kepemimpinan saya tentu banyak yang sudah dilakukan, tapi ada juga yang belum dituntaskan. Ada 3 program prioritas yang akan difokuskan pada periode selanjutnya. Pertama, renovasi program RTLH yang kami targetkan 20 ribu unit. Kedua, BPJS kesehatan bagi warga tidak mampu yang menunggak akan ditanggung oleh APBD, dan ketiga adalah beasiswa bagi siswa miskin,” beber Bima.

Usai menunaikan ibadah Solat Azhar, perjalanan kemudian dilanjutkan ke wilayah keluarahan Pamoyanan dan Rannggamekar. Sejumlah aspirasi pun dicatat oleh Bima Arya.

“Ini tradisi menjelang bulan Ramadan. Kita munggahan, berkumpul, dan bermaaf-maafan. Momennya itu. Jadi selama tiga hari ini saya niatkan untuk sebanyak mungkin menyapa warga. Dimulai pagi-pagi sekali dan bermalam di rumah warga. Kalau kita hitung-hitung minimal tiga hari ini bisa menyapa warga di 30 titik dengan berjalan kaki 30 kilometer. Hari pertama gerilya nonstop saya jalan sudah 12 kilometer,” ungkap Bima, kepada wartawan.

“Harapannya semakin banyak menyapa warga, mendengar aspirasi, didoakan banyak warga dan semakin banyak mendoakan warga,” tambahnya.

Bima mengaku tidak melakukan persiapan khusus untuk kegiatan kampanye nonstop ini karena saat menjadi walikota pun aktivitas blusukan dengan berjalan kaki selalu Bima lakukan. 

“Tidak ada persiapan khusus untuk kampanye kali ini. Karena saat menjadi walikota pun sering. Olahraga juga rutin. Karena pemimpin harus prima untuk merasakan lagi apa yang diharapkan warga,” jelasnya.

Sedangkan untuk aktivitas menginap di rumah warga, kata dia, sudah dilakukannya juga saat menjabat sebagai orang nomor satu di Kota Bogor dengan program tenda walikota.

“Di saat menginap di rumah warga, saya akan ronda bersama warga. Konsepnya saya ingin menggalakkan kembali ronda. Apalagi kita ini sedang diguncang isu teroris. Sehingga tidak bisa hanya mengandalkan aparat tetapi juga kebersamaan warga. Karena bentengnya ada di tingkat rumah tangga,” katanya.

Aktivitas gerilya nonstop berakhir jam 24.00 WIB di Cikaret, Bogor Selatan, Kota Bogor. Bima dan Dedie berdialog dengan ratusan warga serta ngeliwet. Ia juga sempat meluncurkan video clip lagu #AbdiBogor di Devoyage BNR sebagai bentuk kampanye milenial serta komitmen Bima-Dedie terhadap industri kreatif seperti musik dan film. (cep)