Hallobogor.com, Bogor – Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menginstruksikan kepada pengurus RT, RW, lurah hingga camat untuk mengidentifikasi titik-titik rawan di wilayahnya dalam rangka menjaga keamanan di lingkungannya.

“Saya minta dalam seminggu sudah ada laporan pemetaan titik-titik rawan tersebut, nanti akan kita tampilkan di ‘command center’ Balai Kota Bogor. Saya minta segera diidentifikasikan,” kata Bima dalam rapat koordinasi Kamtibmas tingkat Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (11/1/2019). Rakor berlangsung di Gedung Kemuning Gading dihadiri ratusan peserta terdiri atas seluruh RW, RT semua keluarga, lurah, camat, anggota Bhabinkamtibmas, anggota Babinsa, kepala sekolah SMA seluruh Kota Bogor.

Dalam Rakor tersebut dihadiri pula unsur Muspida Kota Bogor, mulai dari Kapolresta Bogor, Kombes Pol Hendri Fiuser, Dandim 0606 Letkol ARM Doddy Suhardiman dan lainnya.

Bima menyampaikan beberapa catatan bagi aparatur wilayah utamanya dalam menjaga dua hal paling berharga yang dimiliki Kota Bogor, yakni keamanan dan kebersamaan. Ia juga meminta agar para camat dan lurah untuk memastikan fasilitas publik yang ada di wilayahnya berfungsi dengan baik, mengintensifkan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) dan sistem pelaporan. “Untuk memastikan hal itu, saya secara langsung akan turun ke wilayah untuk mengecek keamanan,” kata Bima.

Selain itu, para lurah diinstruksikan agar lebih mengefektifkan dasawisma karena luar biasa untuk kamtibmas selain sebagai perpanjangan tangan aparat di wilayah. “Dalam waktu tiga bulan saya ingin dasawisma ini naik diatas 70 persen,” kata Bima.

Bima menambahkan, dua hal berharga yang tidak dimiliki kota lain adalah kebersamaan dan keamanan seperti yang ada di Kota Bogor.

“Saling pengaruhi apapun yang terjadi tidak akan bisa diambil,” katanya.

Bima kembali mengingatkan, jelang hajat Pilpres 2019 seluruh aparat dapat mengakselerasi jaga dua hal tersebut yakni kebersamaan dan keamanan.

“Penting tingkatkan komunikasi dan koordinasi,” kata Bima. Seperti dikutip Indonesiaraya.co.id. (lai)