Hallobogor.com, Bogor – Calon Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengaku tak akan gentar jika suatu saat dirinya ada yang menyerang dengan kampanye hitam (black campaign). Ia menegaskan sudah mengantipasi segala kemungkinan tersebut selama berlangsungnya proses Pilkada.

Seperti diketahui, sejak bergulirnya kasus Angkahong sejumlah pihak berupaya melempar isu pleger dibarengi beberapa aksi unjukrasa dengan sasaran Bima Arya. 

Bima Arya mengatakan, kampanye hitam merupakan suatu hal yang memang mesti diperangi dalam masa kampanye Pilkada Kota Bogor 2018. Sebab, kampanye hitam merupakan suatu fitnah, seperti menyebarkan segala informasi tentang lawan yang tidak berdasarkan fakta dan data.

“Dari awal saya selalu penuh perhitungan, semua sudah diantispasi, semua ada strategi, dan semua ada cara untuk menjawab itu, Insya Allah,” ujarnya kepada wartawan di Kantor Masyarakat Cinta Bogor (MCB), Jalan Buldozer, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor. Minggu (4/2/2018).

Bima pun menjelaskan, dalam sebuah demokrasi yang masih diperbolehkan adalah kampanye negatif, bukan kampanye hitam.

“Kalau kampanye negatif masih sah, yakni mengangkat isu kelemahan lawan berdasarkan fakta, ada fakta diangkat diperdebatkan, itu sah,” tegasnya.

“Mengangkat hal yang dulu juga tidak masalah, silakan diangkat dan diperdebatkan. Justru masyarakat supaya tahu dan bisa menilai juga,” sambungnya.

Namun, kata Bima, jangan sampai kampanye negatif dalam Pilkada nanti mengganggu atau menguras ruang perdebatan soal gagasan di publik.

“Jangan sampai kita sibuk mengurusi orang, tetapi lupa pada gagasan, itu penyakit kampanye Pilkada di mana-mana, mari kita berdebat soal PKL, kemacetan, tenaga kerja karena itu menurut saya penting,” ungkapnya. (dns)