Hallobogor.com, Bogor – Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, kehadiran Sekolah Ibu bukan hanya mencegah perceraian tetapi lebih kepada membangun ketahanan keluarga.

“Sekolah ibu itu harus dipahami betul konsepnya yaitu membangun ketahanan keluarga. Jadi bukan hanya mencegah perceraian, terlalu sempit itu,” kata Bima usai nonton bersama film “Keluarga Cemara” bersama pengajar Sekolah Ibu, Kamis (10/1/2019).

Bima juga tidak setuju adanya argumentasi kalau penyebab perceraian datang dari ibu, tetapi ada juga perceraian yang datang dari bapak-bapak.

Dan ia menegaskan kembali, bahwa Sekolah Ibu dibentuk untuk membangun ketahanan keluarga, dan pemberdayaan perempuan.

“Perlu diingat setiap daerah punya masalahnya macam-macam dan beda-beda, belum tentu konsep di Bogor pas di Bandung Barat, jadi harus dipahami semuanya,” kata Bima.

Wacana Wakil Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan untuk mengadopsi Sekolah Ibu sebagai salah satu upaya untuk menekan angka perceraian menuai kritik di media sosial karena dianggap menyalahkan perceraian kepada perempuan saja.

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bogor, Yane Ardian Bima Arya mengapresiasi niat Wakil Bupati Bandung Barat untuk mengadopsi Sekolah Ibu.

Menurutnya, perlu dilihat latar belakang wacana Sekolah Ibu dimunculkan oleh Wakil Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan.

Pada saat Hengky Kurniawan melakukan kunjungan ke Kota Bogor pada 27 September 2018 untuk melihat aktivitas Sekolah Ibu di dua kelurahan sekaligus.

Dalam kunjungan tersebut, beberapa ibu peserta Sekolah Ibu menyampaikan testimoninya setelah mengikuti sekolah ibu. Ada yang sebelumnya mau bercerai batal setelah mengikuti sekolah tersebut.

“Karena di Sekolah Ibu tersebut ibu-ibu diajarkan oleh para tutor memahami karakter suami, dan seorang istri harus tunduk kepada suami,” kata Yane.

Dan pada saat bersamaan, persoalan perceraian di Kabupaten Bandung Barat cukup tinggi, sehingga menjadi perhatian serius pemerintah daerah setempat.

Yane menambahkan, Sekolah Ibu bukan program kecil yang dipandang dari satu sudut saja yakni perceraian. Tetapi program yang harus dilihat dari setiap sudut. Setiap daerah berbeda sudut pandang dan problematika di wilayahnya.

Banyak hal yang diajarkan di Sekolah Ibu, total ada 19 modul yang diajarkan seperti cara berkomunikasi dengan suami, dan anak, mengelola keuangan keluarga, mengajar ibu berfikir dan memandang sesuatu secara positif, pola asuh anak, interaksi keluarga, dan sebagainya. Demikian, seperti dikutip Indonesiaraya.co.id. (lai)