Hallobogor.com, Bogor – Calon Wali kota Bogor 2018-2023, Bima Arya Sugiarto, tengah mematangkan konsep perluasan area Stasiun Besar Kota Bogor di periode kepemimpinan keduanya jika terpilih kembali. Calon petahana yang memutuskan menggandeng Dedie Rachim (Pejabat Kedeputian KPK) ini, mengatakan konsep perluasan stasiun sudah tersedia.

“Jadi konsep untuk stasiun udah ada tapi masih terpisah, grand desainnya lagi dipikirkan,” ujar Bima Arya.

Bima Arya menerangkan, tidak hanya memperluas kawasan stasiun, akan tetapi juga menata ruang publik di sekitar lokasi tersebut. “Di situ Taman Topi jadi ruang terbuka hijau, pasarnya diatur masuk ke dalam, stasiun kembali seusai heritagenya, jalur pejalan kaki dibuat lebar, dan PKL akan dibawa masuk ke dalam pasar,” ungkap Bima.

Bima menyatakan, ketika menjabat sebagai walikota Bogor, dia menetapkan sejumlah aturan kepada pengembang yang akan membangun di lokasi itu. “Pertama harus sejalan dengan grand desain seluruh tata kota Bogor yang pemerintah buat, kedua harus membantu memecahkan persoalan kota, dan ketiga saya meminta jaminan bahwa yang mengisi lapak harus orang Bogor,” kata Bima.

Bima juga menjawab terkait mundurnya jadwal pembangunan proyek perluasan stasiun. Menurutnya, kendala yang dihadapinya adalah lebih ke persoalan AMDAL. “Dalam prosesnya amdal (analisis mengenai dampak lingkungan) itu terhambat, dan kalo enggak sesuai syarat yang diajukan ya enggak diijinkan. Kita ikuti rule aturan UU. Insha Allah akan lancar ke depan, kami upayakan itu,” ujar Bima.

Sekadar informasi, salah satu kawasan yang termasuk dalam konsep perluasan area stasiun adalah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Paledang Kota Bogor. Terkait lapas ini, lokasi akan direlokasi. Namun, menunggu keputusan KemenkumHAM RI.

Sejumlah pengamat menilai, kebijakan Bima Arya sangat rasional dan strategis. “Patut didukung. Saya sebagai warga Bogor sepakat jika kawasan Kapten Muslihat, terutama area stasiun dirapikan,” ungkap Pengamat Transportasi Universitas Pamulang (Unpam), Mohammad Yamin.

Akademisi Hukum Pidana yang tinggal di Tanah Sareal ini juga menilai kepemimpinan Bima Arya sudah bagus. “Lima tahun itu pemetaan. Lima tahun ke depan harus diselesaikan. Sebagai akademisi saya melihat, kebijakan demi kebijakan Bima Arya masih rasional dan menunjukkan hasil bagus,” tandasnya. (cep)