Hallobogor.com, Bogor – Di tengah maraknya krisis moral anak, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mewacanakan kebijakan sekolah 5 hari atau full day school.

Menyikapi kebijakan ini, DPD Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Bogor di bawah pimpinan Muhamad Nurdat Ilhamsyah menolak rencana tersebut.

“DPD BKPRMI Kota Bogor sesuai arahan DPP menolak kebijakan tersebut, karena tanggung jawab pendidikan anak itu selain diserahkan kepada pendidikan formal juga menjadi tanggung jawab orangtua dan masyarakat,” tegas M. Nurdat, di Sekretariat BKPRMI Kota Bogor, Jalan Pajajaran No.10, Selasa (13/16/2017).

Ia menjelaskan, rencana kebijakan full day school nantinya akan berdampak terhadap lembaga pendidikan agama Islam usia dini luar sekolah yang dibina oleh BKPRMI.

“Kalau kebijakan ini diteruskan ribuan unit Taman Kanak-kanak Al Quran (TKA), Taman Pendidikan Al Quran (TPA) Binaan BKPRMI se-Indonesia akan tutup dan itu akan berdampak negatif kepada kiprah serta eksistensi para Guru TKA & TPA tersebut,” tandasnya. (dns)