Hallobogor.com, Bogor – Tahun ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memilih tiga daerah di Jawa Barat untuk mengikuti program kelurahan tangguh bencana. Ketiga daerah itu yakni Kabupaten Bandung, Kabupaten Cianjur dan Kota Bogor.

Di Kota Bogor ditunjuk dua kelurahan menjadi pilot project program kelurahan tangguh bencana, antara lain Kelurahan Pasir Jaya Kecamatan Bogor Barat dan Kelurahan Panaragan Kecamatan Bogor Tengah. Pertimbangan dipilihnya Kelurahan Pasir Jaya dan Panaragan karena kedua kelurahan ini masuk dalam wilayah rawan bencana.

“Ada tiga kriteria program kelurahan tangguh bencana ini, kelurahan tangguh bencana tingkat utama, madya dan pratama. Saat ini Kota Bogor dipersiapkan menuju kelurahan tangguh bencana pratama,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Ganjar Gunawan, seperti dikutip Halloapakabar.com, rabu (24/08/2016).



Guna mendukung program ini, lanjut Ganjar, sosialisasi pemberdayaan kelurahan tangguh bencana gencar dilakukan pihaknya. Kali ini melibatkan 76 orang yang terdiri dari 65 unsur masyarakat ( LPM) dan 11 OPD (Dinas terkait dan kecamatan). “Selama dua hari mulai tanggal 24 sampai 25 Agustus, peserta akan diberikan materi tentang pengangulangan resiko bencana, interaksi dan forum group diskusi,” urainya di Cico Resort, Cimahpar.

Ganjar juga merinci mereka akan diberikan pengetahuan mulai dari pengenalan kelurahan tangguh bencana, kajian bencana, program kerja BPBD, analisis resiko bencana dan pembiayaan resiko bencana termasuk perencanaan kontijensi.

Sementara Kelurahan Pasir Jaya dan Panaragan sejak Juli lalu hingga enam bulan mendapat pendampingan dari BNPB. Tim fasilitator akan membimbing kelompok kerja dalam menyusun rencana dan memetakan lokasi rawan bencana berikut cara pencegahan dan membuat jalur evakuasi.

“Tahun depan menyusul kelurahan lainnya dibentuk kelurahan tangguh bencana. Ini diharapkan mulai dari aparat pemerintah, tokoh masyarakat, agama dan pemuda serta pemangku kepentingan di wilayah kelurahan tersebut bisa meminimalisir resiko bencana di wilayahnya,” Ganjar memungkas. (cep/dan/hrs/ndy).