Hallobogor.com, Bogor– Untuk menumbuhkan kembali kesadaran masyarakat akan pemanfaatan sumber energi utama di lingkungan masing-masing, sekaligus mendukung program green city seperti digaungkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Kota Bogor mencetuskan gagasan sebuah program diberi nama kantor berbudaya lingkungan atau Eco Office.

Sebagai bentuk implementasi program tersebut BPLH akan mengawali di instansinya dan merambah ke semua perkantoran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Tidak menutup kemungkinan kedepannya program tersebut digalakkan di perkantoran swasta bahkan hingga ke masyarakat.

Kepala BPLH Kota Bogor, Irwan Riyanto menuturkan, saat ini pihaknya tengah mempersiapkan penerapan Eco Office, sebuah program pemanfaatan sumber energi diantaranya air dan listrik. Sehingga diharapkan nantinya perkantoran sesuai dengan tata bangunan dan tata ruang berbudaya lingkungan.

“Misalnya, pemanfaatan pencahayaan dari sumber energi matahari di ruangan bisa mengurangi penggunaan listrik. Pemanfaatan lahan sempit untuk ruang terbuka hijau (RTH) dengan metode vertical Garden. Kalau bisa sumber energi terbarukan seperti solar cell itu lebih direkomendasikan,” ungkap Irwan, Senin (26/09/2016).

Berkaitan dengan pengelolaan sampah, lanjut Irwan, pemilahan sampah dan juga membangun sumur resapan di lingkungan perkantoran. Paper list atau penghematan alat tulis kantor (atk) melalui pemanfaatan teknologi terlebih beberapa atk bisa didaur ulang.

“Termasuk di program ini juga lebih menerapkan kawasan tanpa rokok,” imbuhnya.

Selain perkantoran di lingkungan Pemkot Bogor, harap Irwan, Eco Office ini diterapkan di perkantoran swasta sampai nantinya bisa dicontoh oleh masyarakat.

“Intinya kita ingin mengembangkan manajemen kantor berbudaya lingkungan dengan penanggungjawab program bisa seorang kepala atau sekertaris OPD. Sebenarnya beberapa OPD sudah menerapkan program seperti ini, kita tinggal memperkuat saja, karena ini salah satu program pendukung untuk meraih Adipura juga,” kata Irwan.

Irwan juga menjelaskan, untuk memperkuat program ini akan diterbitkan regulasinya berupa Peraturan Walikota (Perwali) tentang Pedoman Pelaksanaan Kantor Berbudaya Lingkungan. Proses saat ini penyusunan draf Perwali dan akan diulas dengan melibatkan para pihak baik internal maupun eksternal termasuk bagian hukum Pemkot Bogor.

Di lingkungan kantor BPLH sendiri, masih kata Irwan, sedang dilakukan penataan menuju Eco Office. Diantaranya dimulai membangun penangkap air hujan dan sumur resapan. Air hujan bisa dimanfaatkan selain untuk menyiram tanaman juga untuk mencuci kendaraan.

“Lahan yang ada dipekarangan kantor dimanfaatkan menjadi RTH, bulan depan dibangun vertikal garden,” imbuhnya.

Menurutnya, program Eco Office ini dibilang sangat sederhana, tapi kalau terealisasikan oleh semua masyarakat di Kota Bogor bisa menghemat energi dalam jumlah besar.

“Tentunya kalau berhasil akan menjadi hal yang sangat membanggakan, baik bagi Pemkot Bogor dan pihak lainnya, swasta maupun masyarakat Kota Bogor,” tandas Irwan. (hrs).