Hallobogor.com, Bogor – Tingkat penjualan rumah di Koperasi Perumahan Umum Nasional Syariah (Koperumnas) terus meningkat. Bahkan, Koperumnas kini telah melebarkan sayap hingga ke Pulau Sumatera dengan membuka lokasi baru perumahan Koperumnas yang ke-11 di Padang, Sumatera Barat.

Kendati demikian, antrenya masyarakat muslim yang ingin memiliki rumah di Koperumas bukan tanpa halangan dan rintangan. Sebagian masyarakat masih ada saja yang mempertanyakan mengenai Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terhadap Koperumnas.

Menjawab hal ini, General Manager Koperumnas, Diah Kusuma Putri Muda, mengemukakan bahwa Koperumnas bukanlah lembaga investasi, keuangan, atau perbankan. “Kita harus pahami dulu apa itu OJK. OJK itu mengawasi lembaga keuangan, perbankan, dan investasi. Sedangkan Koperumnas adalah lembaga hukum koperasi yang diawasi oleh Kementerian Koperasi dan UKM. Jadi secara undang-undang tidak ada hubungannya OJK dengan koperasi,” ungkapnya.



D.K. Putri Muda menjelaskan, Koperumnas sebagai lembaga koperasi wajib mengadakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) sesuai AD/ART dan mengundang serta melaporkannya kepada pejabat Kementerian Koperasi dan UKM. “Koperasi Koperumnas sudah memiliki legalitas hukum dari Menteru Koperasi dan UKM,” ujarnya.

“Dari sisi keuangan, koperasi seperti Koperumnas ini hanya mengelola Simpanan Pokok, Simpanan Wajib, dan Simpanan Sukarela dari seluruh anggotanya,” imbuhnya. (cep)