Hallobogor.com, Bogor – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bogor tengah membangun sebuah ruang diberinama ruang bulao. Disebut ruang bulao karena warna temboknya seperti warna bulao atau biru pekat. Meski begitu ruang ini akan difungsikan sebagai ruang database center terkait dengan data administrasi kependudukan (Adminduk) Kota Bogor.

Kepala Disdukcapil Kota Bogor, Dody Ahdiat menuturkan, data Adminduk mulai dari tingkat kota hingga RT untuk memudahkan pihak Disdukcapil dalam penelusuran dan pemutakhiran data-data kependudukan Kota Bogor. Ia melanjutkan, ruang bulao ini juga nantinya menjadi ruang operator pelayanan permohonan adminduk seperti KTP, KK, Akta Kelahiran dan Kematian secara online. Misalnya, Dody mencontohkan mekanisme permohonan KTP. 

“Pomohon hanya tinggal menguploud berkas persyaratan KTP melalui website milik Disdukcapil nantinya. Setelah berkas permohonan dicek kelengkapanya, operator nanti akan membalas pemberitahuan sebagai dasar penerbitan KTP untuk proses selanjutnya melalui SMS gate way. Untuk sementara untuk surat pindah masih harus diurus langsung karena masih proses menuju online,” jelasnya, seperti dikutip Halloapakabar.com, Rabu (17/02/2016).

Menurutnya, pelayanan secara online untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam pengurusan adminduk sesuai dengan amanat UU 24/2013 tentang Adminduk. “Pemerintah harus aktif ke masyarakat. Jadi bukan hanya menunggu masyarakat yang membuat, memudahkan pengurusan sehingga hanya meluangkan waktu sedikit bisa mengurus administrasi kependudukan,” tuturnya.

Ruang bulao sendiri nantinya akan diisi oleh 3 operator dan satu admin, terdapat pula beberapa layar monitor dan ruang rapat. “Ini diharapkan bisa berjalan pada tahun 2017. Sekarang sedang proses pengerjaan ruangan, pengadaan perangkat dan akan ada pelatihan operator. Beberapa bulan kedepan akan diuji coba. Jadi semua difokuskan persiapan dahulu. Ini juga merupakan inisiatif dari Disdukcapil yang diapresiasi Wali Kota Bogor,” kata Dody.

Layar monitor juga, masih kata Dody, bisa berfungsi sebagai video confrence yang terhubung langsung dengan para petugas di enam kecamatan, mall (BTM) dan mobil keliling. “Ini untuk konsultasi ketika terjadi hambatan dalam pelayanan adminduk, sehingga bisa cepat ada keputusan serta solusinya. Pelayanan ini sudah dilakukan seperti di daerah Bandung, Medan dan Surabaya,” tandasnya. (hrs).